Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iran: IAEA Harus Serahkan Dokumen Proposal Sebelum ke Parchin

Kamis, 07 Maret 2013, 10:31 WIB
Komentar : 0
Parchin, lokasi militer Iran dari citra satelit

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN--Sebelum kembali ke Parchin, Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA harus menyerahkan dokumen sah dahulu ke Teheran untuk dipertimbangkan. Seruan itu disampaikan Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Rabu (6/3), bila ingin masuk ke lokasi militer Parchin.

"Parchin tidak dan tak pernah digunakan bagi kegiatan nuklir," kata Kepala AEOI, Fereidoon Abbasi kepada kantor berita resmi Iran, IRNA.

Ia menambahkan dalam kasus itu, para pejabat militer Iran akan diajak berkonsultasi untuk membuat keputusan akhir.

Lokasi Parchin telah menjadi keprihatinan utama IAEA sejak November 2011. Iran sebelumnya menolak memberi akses ke lokasi itu kecuali kesepakatan mengenai "pendekatan terstruktur" telah dicapai.

Kesepakatan itu memungkinkan IAEA untuk memeriksa kegiatan nuklir Iran. Pemerintah Iran juga menyatakan, "IAEA harus menutup berkas nuklir Iran".

Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, Senin, mengisyaratkan pendekatan terstruktur tak boleh menjadi alasan Iran untuk menghalangi akses ke Parchin. Yukiya juga menuntut akses penuh ke lokasi tersebut.

Menanggapi itu, Duta Besar Iran untuk IAEA Ali-Asghar Soltanieh, Rabu, mengatakan permintaan yang diajukan oleh Direktur Jenderal IAEA untuk memeriksa lokasi Parchin sebelum penandatanganan kesepakatan tak bisa dibenarkan. Permintaan itu, imbuhya, hanya mempolitisasi permasalahan tersebut.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
2.020 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pemilihan Parlemen Mesir Ditunda