Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

TIba di Riyadh, Menlu AS Bahas Iran dan Suriah

Senin, 04 Maret 2013, 06:24 WIB
Komentar : 0
Reuters/Fabrizio Bensch
German Chancellor Angela Merkel and US Secretary of State John Kerry speak to media at the Chancellery in Berlin on Tuesday.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry Minggu tiba di ibu kota Arab Saudi untuk pembicaraan dengan monarki Teluk mengenai Iran dan konflik mematikan di Suriah yang sedang bergolak.

Kerry, dalam perjalanan pertamanya ke kawasan itu sejak mengambil alih menteri luar negeri, menghadiri jamuan makan malam dengan para menteri luar negeri Dewan Kerja sama Teluk, kelompok enam monarki Teluk, termasuk Arab Saudi.

Pada Senin ia akan mengadakan pembicaraan terpisah dengan masing-masing negara GCC. "Kami berterima kasih pada Kerry atas komitmen Amerika sehubungan dengan keamanan kawasan dan kami akan berbagi keprihatinan kami tentang hubungan dengan Iran dan perkembangan di Suriah," kata Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khaled al-Khalifa pada konferensi pers setelah pertemuan dengan lima rekan GCC.

Beberapa kerajaan kaya minyak dari GCC, termasuk Arab Saudi dan Qatar, telah mendukung pemberontakan di wilayah Suriah, sementara Iran tetap setia mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

Kerry tiba di Riyadh setelah kunjungan dua hari ke Kairo di mana ia mendesak faksi-faksi politik Mesir untuk mengubur perbedaan mereka dan bersatu demi membantu menghidupkan kembali perekonomian negara itu. Setelah Riyadh, Kerry akan menuju Abu Dhabi pada Senin dan kemudian ke Qatar.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara/ AFP
2.741 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...