Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Presiden Bashar Bersedia Berunding dengan Oposisi

Minggu, 03 Maret 2013, 15:01 WIB
Komentar : 0
Guardian
Bashar al-Assad

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan ia bersedia berunding dengan oposisi negara itu namun menolak mempertimbangkan mundur. Hal itu ia ungkapkan  dalam satu wawancara yang jarang dengan satu surat kabar Inggris.

Bashar mengatakan ia mengusulkan dilakukan perundingan dengan pemberontak dalam usaha menghentikan krisis di Suriah dengan syarat pemberontak meletakkan senjata mereka, tetapi membedakan antara "kelompok-kelompok politik " ia ingin berunding dan "teroris-teroris bersenjata".

"Kami siap berunding dengan siapapun termasuk kelompok pemberontak yang menyerahkan senjata-senjata mereka," kata Bashar kepada surat kabar The Sunday Times dalam wawancacara yang direkam video pekan lalu di kediamannya di Damaskus, istana Al-Muhajireen.

"Kami dapat melakukan dialog dengan oposisi, tetapi kami tidak dapat melakukan dialog dengan para teroris."

Tawaran perundingannya itu mengulangi pernyataan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem di Moskow pekan lalu-- pertama pernyataan seperti itu oleh seorang pejabat penting Suriah.

Suriah dilanda konflik 23 bulan di mana PBB memperkirakan lebih dari 70.000 orang tewas tetapi Bashar menolak pendapat bahwa perang itu ada kaitannya dengan perannya yang tetap sebagai presiden.

"Jika argumen ini benar, maka pengunduran diri saya akan menghentikan perang," kata Bashar."Jelas ini tidak masuk akal, dan preseden-preseden di Libya, Yaman dan Mesir menjadi saksi bagi tindakan ini."

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
3.286 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...