Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Warga Afghanistan Ancam Bergabung dengan Taliban

Rabu, 27 Februari 2013, 17:40 WIB
Komentar : 0
washington post
protes warga Afghanistan di pangkalan militer AS (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Afghanistan dari Provinsi Wardak turun ke jalan. Mereka memprotes tindakan yang dilakukan tentara AS yang menganiaya, membunuh, merampok, dan menindas warga.

Demonstrasi yang digelar Selasa (26/2) tersebut menuntut tentara AS segera hengkang dari tanah air mereka. Pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel dan slogan anti-Amerika, seperti 'Mati untuk Amerika,', 'Mati untuk Obama,' dan 'Mati untuk pasukan khusus.'

Para pengunjuk rasa juga mengancam akan bergabung dengan Taliban jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

"Jika situasi terus seperti ini, provinsi ini akan segera runtuh. Rakyat akan bergabung dengan gerakan perlawanan karena perlakuan kejam tentara AS," tutur salah seorang pengunjuk rasa Abdul Qadim kepada Reuters, seperti dikutip media lokal Khaama Press, (27/2).

Sebelumnya, juru bicara Presiden Hamid Karzai, Aimal Faizi, menyatakan Pemerintah Afghanistan memberi waktu selambat-lambatnya dua pekan kepada pasukan AS untuk angkat kaki dari bumi Afghanistan.

Pernyataan yang disampaikan Ahad (24/2) karena desakan dari warga Wardak sendiri yang mengungkap penganiayaan yang kerap dilakukan tentara AS.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Mansyur Faqih
8.248 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Pembunuh Pemimpin Oposisi Tunisia Teridentifikasi