Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Saudi Eksekusi Mati TKW Sri Lanka Atas Pembunuhan Bayi

Kamis 10 Januari 2013 04:47 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi)

Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi)

Foto: REUTERS

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH--Arab Saudi mengeksekusi hukuman mati terhadap gadis pembantu rumah tangga asal Sri Lanka pada Rabu (9/1). Gadis tersebut sebelumnya diputuskan bersalah telah membunuh bayi yang dirawatnya pada 2005.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa Rizana Nafeek dieksekusi di Dawadmy, dekat sebuah kota yang dekat dengan ibu kota Riyadh, pada Rabu pagi.

Sementara pihak Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengatakan, pengadilan Arab Saudi memutuskan hukuman mati pada Nafeek pada 2007 setelah majikannya menuduh Nafeek membunuh anaknya yang masih bayi.

Arab Saudi mengatakan bahwa bayi tersebut tercekik setelah sang ibu dan pembantu rumah tangganya bertengkar.

"Presiden Mahinda Rajapaksa sudah mengajukan banding sebanyak dua kali, yang pertama dilakukan tidak lama setelah putusan hukuman mati, dan yang kedua dilakukan beberapa hari yang lalu untuk menghentikan eksekusi," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Sri Lanka yang dikirm melalui surat elektronik.

"Presiden Rajapaksa dan pemerintah Sri Lanka menyayangkan eksekusi Rizana Nafeek meskipun semua usaha telah dilakukan pada level pemerintahan tertinggi," tulis pernyataan tersebut.

Amnesty International mengatakan bahwa paspor yang digunakan oleh Nafeek untuk memasuki Arab Saudi pada 2005 menunjukkan bahwa gadis itu lahir pada Februari 1982, namun akta kelahirannya menyatakan bahwa dia lahir enam tahun kemudian (1988).

Hal itu berarti Nafeek masih berusia 17 tahun saat kematian bayi. Rumah tangga Arab Saudi memang sangat bergantung pada pembantu dari Afrika dan Asia Selatan.

Banyak laporan mengenai kasus penyiksaan oleh majikan terhadap pembantunya. Pembantu rumah tangga yang disiksa itu kemudian melampiaskan kekesalan pada anak majikan.

Human Rights Watch mengutuk eksekusi tersebut. "Hanya ada tiga negara yang menghukum mati kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak, dan salah satunya adalah Arab Saudi" kata Nisha Varia, peneliti senior hak perempuan untuk Human Rights Watch.

"Eksekusi terhadap Rizana Nafeek menunjukkan bagaimana Arab Saudi tidak mengindahkan hak asasi manusia," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES