Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Arkeolog: Tempat Lahir Yesus Bukan di Bethlehem

Kamis, 27 Desember 2012, 03:00 WIB
Komentar : 3
musicpicture.net
Bethlehem
Bethlehem

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Selama ini, umat Kristen sejagat raya meyakini Yesus lahir di Kota Bethlehem, Tepi Barat, Palestina. Namun, para arkeologi menyatakan kota kelahiran Yesus sebenarnya adalah di Kota Betlehem, Galilea, sebuah wilayah di Utara wilayah pendudukan Israel, bukan Kota Betlehem, Tepi Barat.

Arkeolog Israel, Aviram Oshri menyatakan umat Nasrani se dunia selama ini salah mengira tempat kelahiran Yesus.

"Pada masa Yesus hidup, Kota Bethlehem di Galilea dihuni kaum Yahudi. Tak ada bukti di awal abad Masehi Bethlehem di Tepi Barat dihuni penduduk," kara Oshri seperti disadur dari Telegraph.co.uk, Rabu (26/12).

Oshri menjelaskan, saat masih bekerja sebagai arkeolog di awal 1990-an, ia mengaku harus menggali dan menyelamatkan beberapa proyek pembangunan di sebuah desa di Galilea.

"Ketika aku bekerja, beberapa penduduk sekitar lokasi mengatakan Yesus lahir di sana, bukan di selatan," selorohnya.

Saking penasarannya, Oshri mengaku akhirnya meneliti bukti-bukti arkelogis di sana. Saat itu Oshri menemukan bukti ritual pemurnian kaum Yahudi terjadi di Bethlehem, Galilea ketika Yesus masih hidup.

Daerah itu berada delapan kilometer dari Kota Nazareth, tempat tinggal Yesus di masa kecil.

"Jika sejarah Yesus yang benar-benar lahir di Betlehem, kemungkinan besar Bethlehem Galilea, tidak di Tepi Barat."

Sayangnya, tempat lahir Yesus diyakini para arkeologi sudah dihancurkan untuk mendirikan bangunan modern.

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Anthony Kamis, 27 Desember 2012, 19:59
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
  leobarata Kamis, 27 Desember 2012, 19:07
bisa jadi benar, krn Al Masih jg akan diturunkan di tempat ini.. katanya
  Nurdin Hikmah Kamis, 27 Desember 2012, 13:00
Ketika suatu yg tidak benar diyakini.......
Buka matahati untuk mulai meyakini yg benar.
  Paul Yulcovic Kamis, 27 Desember 2012, 11:50
Weleh, kitabnya gak ada sekarang tempat lahirnya yang bermasalah. Capek deh !
  Ariel A Smith Kamis, 27 Desember 2012, 06:35
trik zionist utk menarik wisatawan, kalaupun benar Bait el Haim yg dimaksud ada di Galilea, nyata zionist zionist menghancurkan sgl yg menyangkut Yesus / Isa AS krn sifat dengki mrk.

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...