Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemilu 2013, Netanyahu Jadikan Iran Isu Kampanye Utama

Rabu, 26 Desember 2012, 08:30 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Benyamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM--Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mempersiapka diri dalam kampanye untuk terpilih lagi dalam pemilu 2013 mendatang. Ia menempatkan isu Iran dalam agenda terpenting kampanyenya dan menyatakan penghentian program nuklir Iran bakal menjadi prioritas utama sebagai perdana menteri.

"Siapa kandidat yang (pemilih Israel) pikir mampu dan paling cocokl menghadapi ancaman Iran? Dengan ancaman rudal? Dengan ancaman teror? ujarnya saat berpidato di depan pendukungnya di Yerusalem seperti dilansir AFP. Pidato itu disampaikan saat peluncuran perdana kampanye resmi, Selasa (25/12) menyambut pemilu 22 Januari mendatang.

"Kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah di depan," ujarnya. "Yang pertama dan paling utama kita harus hentikan program nuklir Iran, dan ini waktunya masalah itu dituntaskan. Itulah misi pertama saya sebagai perdana menteri."

Israel dan Barat terus berkeras menuding Iran mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam di balik kedok program energi nuklir. Iran berulang kali membantah dan menyatakan fasilitas itu bertujuan murni untuk tujuan damai.

Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada September lalu, Netanyahu mengingatkan dunia, bila Iran terus melangkah konstan seperti saat ini, maka negara itu bisa memiliki materia yang dibutuhkan untuk merakit bom nuklir pada musim panas 2013.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
2.904 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda