Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hari Ini, Mesir Umumkan Hasil Referendum

Selasa, 25 Desember 2012, 16:31 WIB
Komentar : 2
RTE
Petugas komite referendum sedang menyortir kertas suara berdasar pilihan 'ya' atau 'tidak' terhadap konstitusi baru Mesir.
Petugas komite referendum sedang menyortir kertas suara berdasar pilihan 'ya' atau 'tidak' terhadap konstitusi baru Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Mesir akan mengumumkan hasil resmi referendum terhadap konstitusi baru hari ini. Pengumuman itu menjadi satu langkah menuju formasi parlemen baru dalam dua bulan ke depan.

Penulisan konstitusi baru dipandang langkah vital dalam transisi Mesir menuju demokrasi setelah mantan orang nomor satu yang dibeking militer, Hosni Mubarak, terguling dua tahun lalu.

Namun oposisi menyatakan draf UU, yang dirancang sebagian besar oleh sekutu Islam pendukung Mursi, tidak menjamin kebebasan rakyat dan hak wanita serta minoritas. Mereka menyebut konstitusi itu bakal memicu masalah lebih luas di negara bermayoritas Arab tersebut.

Berdasarkan hitungan tak resmi dari Ikhwanul Muslimin--melejitkan perolehan suara Mursi dalam pemilu presiden tahun ini---mengindikasikan bahwa 64 persen pemilih menyetujui draf undang-undang dasar baru Mesir. Hitungan kelompok oposisi juga menyebut hasil yang sama.

Komite Referendum Pusat akan mengumumkan hasil referendum atas undang-undang dasar baru pada Selasa (25/12) pukul tujuh malam waktu setempat, (24.00 WIB)" ujar hakim Samir Abu al Matti kepada radio dan TV negara, seperti yang dilaprkan radio Irlandia, Raidió Teilifís Éireann, Senin (24/12).

Matti juga menyatakan komite, yang dipimpin oleh panel para hakim, juga telah menghabiskan dua hari  untuk menyelidiki dugaan manipulasi suara seperti yang dituduhkan kelompok oposisi.

Penentang Mursi menyatakan pemungutan suara dilakukan dalam dua tahap yang berakhir Sabtu lalu dirusak oleh banyak penyimpangan, karena itu mereka menuntut penyelidikan.

Oposisi, yang terdiri dari aliansi longgar para sosialis, Muslim dengan pemikiran lebih liberal dan Kristiani, juga menegaskan bahwa kurang dari sepertiga jumlah rakyat Mesir yang memiliki hak memilih, datang ke tempat pemungutan suara. Situasi itu, nilai mereka, membuat legitimasi konstitusi baru sangat lemah.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar