Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Pernyataan Ikhwanul Muslimin Jelang Penentuan Nasib Mesir

Sabtu, 22 Desember 2012, 08:28 WIB
Komentar : 1
.
Ikhwanul Muslimin
Ikhwanul Muslimin

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) buka suara sebelum rakyat Mesir menentukan nasib hukum negaranya. IM menilai, peraturan hukum baru yang disusun pemerintah Mohamed Mursi adalah jalan untuk menyempurnakan demokrasi Mesir.

Mereka membantah anggapan bahwa hukum dalam konstitusi baru akan membawa perpecahan. "Mesir tidak akan terbagi dan tidak sedang menghadapi bahaya apapun," ujar tokoh IM yang juga kepala Partai Keadilan dan Kebebasan Mesir, Essam El-Erian seperti dikutip Aljazeera.

Dia ini menambahkan, hukum baru justru akan memberi kesempatan yang adil bagi setiap warga Mesir. Menurutnya, tidak ada satu kelompok pun yang dirugikan bila hukum baru diberlakukan. "Pada kenyataannya konstitusi ini akan menjadi sistem baru yang terbuka bagi setiap masyarakat dan kekuatan politik," kata Essam mengomentari produk udang-udang yang kini sedang diuji dalam referendum itu.

Hari ini, Essam bersama para pendukung pemerintah akan berusaha memenangkan referendum konstitusi baru. Konstitusi ini didukung oleh kalangan Islam, termasuk IM. Namun, konstitusi baru ditolak keras oleh kelompok liberal.

Referendum akan menentukan nasib Mesir kedepan. Penentuan yang akan menjawab apakah Mesir akan punya peraturan baru untuk mengganti peraturan peninggalan Hosni Mubarak dan rezim militer.  

Redaktur : Abdullah Sammy
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  gusdur tobat Minggu, 23 Desember 2012, 15:50
Ben bukan sebaliknya aturan ente jadi aturan negara adalah absurtran bersifat destruktif dan sombong.....contoh indonesia dan negara2 di dunia ini
  agus Sabtu, 22 Desember 2012, 19:04
Nasib mesir makin cemerlang dengan konstitusi baru, yg bilqng gelap aja yg sekuler....sekuler mulai runtuh, saatnya khalifah bangkit
  jumadi Sabtu, 22 Desember 2012, 10:23
semoga peraturan baru yang akan dikeluarkan Presiden Mursi benar-benar memberikaan rasa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat mesir......Selamat berjuang presiden mursi,ikhwanul muslimin dan rakyat mesir....
  ben Sabtu, 22 Desember 2012, 08:35
Nasip mesir sudah jelas... semakin sayu dan gelap. Aturan agama jadi aturan negara adalah absurt dan bersifat destruktif...