Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Assad Tembakkan Rudal ke Oposisi

Kamis, 13 Desember 2012, 16:16 WIB
Komentar : 0
Reuters
Bashar al-Assad

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Suriah, Bashar Assad untuk kali pertama menembakkan rudal-rudal balistik kepada pihak oposisi. Kiriman rudal itu meningkatkan skala konflik yang telah berlangsung selama hampir dua tahun terakhir.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan selama sepekan terakhir, pasukan Assad untuk pertama kalinya menembakkan sedikitnya enam rudal buatan Rusia untuk mendesak oposisi.

Konflik internal di Suriah telah menewaskan hampir 40 ribu warga Suriah. Pemerintah beralih dari pasukan artileri, kekuatan udara, hingga rudal untuk menghadapi oposisi yang telah mengambil alih pangkalan militer dan menutup Damaskus.

Eskalasi konflik tersebut tidak mengubah keputusan Washington menghindari intervensi militer di Suriah, selama senjata kimia tidak digunakan.

"Sebagai rezim yang putus asa, kami melihat senjata telah beralih ke yang lebih mematikan, dan rudal telah diluncurkan dalam beberapa hari ini," kata juru bicara Pemerintah AS, Victoria Nuland seperti dikutip dailycamera, Kamis (13/12).

Presiden AS, Barack Obama mengatakan penggunaan senjata kimia telah melanggar garis batas dan akan mendorong respon dari AS. Keputusan Assad meluncurkan rudal berkaitan dengan oposisi yang sudah mulai mengambil alih pangkalan militer, dan menyita senjata untuk menyerang pesawat.

Rudal diluncurkan sejak Senin dari Pangkalan Udara An Nasiriyah, utara Damaskus. Target serangan itu adalah Sheikh Suleiman, pemimpin oposisi.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Karta Raharja Ucu
2.859 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda