Thursday, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Akhirnya, Foto Perempuan Muncul di Buku Pelajaran Arab Saudi

Wednesday, 05 December 2012, 08:08 WIB
Komentar : 0
Perempuan Arab Saudi, ilustrasi
Perempuan Arab Saudi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, ARAB SAUDI -- Untuk pertama kalinya di Arab Saudi, foto perempuan terpampang dalam buku pelajaran Bahasa Inggris sekolah menengah.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi melarang ditampilkannya foto perempuan di seluruh buku pelajaran, baik yang dipakai di sekolah laki-laki maupun perempuan. Hal itu berlaku sejak pencanangan program pendidikan oleh negara pada 1926. 

Seperti diaporkan oleh surat kabar al-Hayat yang dilansir dari situs Alarabiya, Selasa (4/12), pada tahun akademis ini akan terbit rangkaian buku pelajaran yang di dalamnya terdapat foto perempuan. Kendati demikian, buku tersebut masih dalam tahap percobaan dan baru direncanakan terbit di pasaran pada akhir tahun akademis.

Meski para perempuan yang muncul di buku tersebut mengenakan kerudung, langkah ini dinilai sebagai perubahan besar. Dulu, buku sekolah hanya menampilkan perempuan dalam bentuk sketsa.

Dalam buku Bahasa Inggris yang digunakan siswa kelas tiga sekolah menengah atas, terdapat foto seorang perawat lengkap dengan kerudungnya dan masker. Tampak ia sedang mempersiapkan sebuah suntikan. Latihan yang disertakan dalam bab itu meminta siswa mendiskusikan perubahan perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki dalam pekerjaan tradisional.

Terdapat juga foto seorang gadis yang sedang berdiri di sebuah laboratorium. Di foto aslinya perempuan itu tidak mengenakan penutup kepala. Namun, foto itu telah diedit.

Munculnya foto perempuan bukanlah satu-satunya perubahan yang terjadi dalam kurikulum Bahasa Inggris. Ada perhatian lebih di Arab Saudi terhadap perempuan dan peran mereka dalam dunia profesional.

Reporter : Ani Nursalikhah
Redaktur : Fernan Rahadi
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...