Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Drone Hizbullah Buatan Iran Bukan Rusia

Sunday, 21 October 2012, 13:36 WIB
Komentar : 1
ABC
Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah Libanon
Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah Libanon

REPUBLIKA.CO.ID, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengonfirmasi bahwa pesawat tak berawak yang baru-baru ini merambah wilayah udara Israel adalah buatan Iran, bukan buatan Rusia. Demikian dilaporkan Press TV Sabtu (20/10).

"Drone yang digunakan oleh Gerakan Perlawanan Hizbullah adalah buatan Iran bukan Rusia dan dirakit oleh pemuda Hizbullah," kata Nasrallah. 

Nasrallah juga menggambarkan operasi pengiriman pesawat tak berawak dengan kode Hussein Ayub, sebagai tindakan luar biasa karena berhasil mengirim sebuah drone pengintai melewati radar-radar Israel canggih dari tanah Libanon melewati laut Israel. 

Pesawat itu terbang melewati ratusan kilometer di atas laut dan memasuki wilayah-wilayah pendudukan Palestina serta terbang di atas beberapa lokasi strategis Israel tanpa terdeteksi oleh radar super canggih Angkatan Udara Israel dan AS. 

Ini hanya sebagian dari kemampuan kami, tegasnya, seraya menambahkan bahwa Israel telah mengakui kegagalan keamanan mereka meski mereka memiliki teknologi tercanggih dari Barat. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga menegaskan bahwa Iran memang telah mengembangkan pesawat tak berawak yang mampu menghindari radar. 

Redaktur : Djibril Muhammad
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...