Jumat, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Pamerkan Senapan 'Sniper'

Minggu, 30 September 2012, 10:39 WIB
Komentar : 0
Senapan Sniper Iran
Senapan Sniper Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran, mengungkapkan senapan 'sniper' berjangkauan jauh dan kendaraan taktis berat buatan ahli militernya sendiri. Demikian laporan Press TV, Sabtu (29/9).

Senapan 'sniper' berjangkauan jauh, Shaaher, dan kendaraan taktis Neinava diungkapkan selama upacara di Ibu Kota

Iran, Teheran. Upacara tersebut dihadiri komandan pasukan darat Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Ahmad-Reza Pourdastan.

Senapan 'sniper' 14,5mm memiliki jangkauan efektif tiga kilometer. Ditambahkannya, senjata itu --yang memiliki panjang 185 centimeter dan berat 22 kilogram-- memerlukan tiga pengoperasian untuk bisa menghasilkan penggunaan efisien.

Pourdastan mengatakan kepada wartawan kendaraan taktis Neinava, dengan bobot 2,5 ton, dirancang untuk mengangkut personel dan peralatan.

Kendaraan tersebut, yang digembar-gemborkan memiliki mesin 240 tenaga kuda, memiliki panjang tujuh meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,8 meter, dan dapat membawa beban sampai lima ton di jalan biasa dan 2,5 ton di segala jenis medan, kata laporan itu.

Pres TV, Selasa lalu (25/9), melaporkan satu generasi baru jet tempur buatan dalam negeri, Saeqeh (Guruh) akan bergabung dalam armada Angkatan Udara Iran sebelum akhir tahun kalender Iran (20 Maret 2013).

"Generasi baru jet tempur buatan dalam negeri, Saeqeh, akan diproduksi dan akan segera bergabung dengan armada Angkatan Udara dengan nama baru," kata Wakil Komandan Angkatan Udara Iran Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh sebagaimana dikutip.

Jet tempur baru tersebut lebih canggih dibandingkan dengan pesawat jet yang ada dan kemampuannya telah ditingkatkan oleh para ahli Iran, katanya. Ditambahkannya, pesawat baru itu dapat dilengkapi dengan amunisi yang ditingkatkan, bom pintar dan sistem elektronik modern.

Nasirzadeh mengatakan Angkatan Udara Iran siap menangkal setiap ancaman yang mungkin muncul terhadap negeri itu.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kewajiban Muslim Penuhi Hak-Hak Binatang
JAKARTA -- Ketua Pemuliaan Lingkungan Hidup & SDA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Hayu Prabowo menuturkan sudah menjadi kewajiban seorang Muslim untuk...