Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mursi: AS Membeli Kebencian Orang Arab

Senin, 24 September 2012, 07:36 WIB
Komentar : 1
Amr Abdallah Dalsh/Reuters
Presiden Mesir, Muhamad Mursi.
Presiden Mesir, Muhamad Mursi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat dinilai selalu memaksakan kehendaknya di suatu negara, khususnya wilayah Timur Tengah. Tak pelak, AS selalu menggunakan cara-cara koboi untuk masuk ke suatu negara, tanpa memikirkan masyarakatnya yang tersinggung negaranya diacak-acak pihak asing.

Karenanya, Presiden Mesir, Muhamad Mursi menyerukan Negeri Paman Sam itu mengubah pendekatannya secara mendasar terhadap negara-negara di kawasan Timteng. Mursi berpendapat AS harus menunjukkan respek yang lebih besar terhadap nilai-nilai yang ada di negara-negara tersebut.

"Pemerintahan AS secara turun-temurun membeli ketidaksukaan, jika bukan kebencian dari orang-orang negara Arab, dengan uang pajak warga Amerika," kata dia dalam sebuah interview dengan New York TImes seperti dilansir Press TV, Senin (24/9).

"Saya," sambung Mursi, "membuktikan independensi saya dengan melakukan tindakan-tindakan yang tepat bagi negara saya."

Mursi mengakui adanya perbedaan budaya dan nilai di antara dua peradaban tersebut. Namun, hal itu bukanlah penghalang untuk menunjukkan respek terhadap nilai-nilai universal.

"Jika Anda ingin menilai perilaku orang Mesir dengan standar budaya Amerika, maka tidak ada ruang untuk penilaian. Ketika orang Mesir memutuskan sesuatu bisa jadi hal itu tidak tepat bagi AS. Dan ketika orang Amerika memutuskan sesuatu, tentu saja itu juga bisa jadi tidak tepat bagi Mesir," papar Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran. (baca: Mursi Presiden Mesir Pertama Hafal Alquran).

Dalam kesempatan itu, Mursi juga menyinggung tanggung jawab AS bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Ia mengingatkan AS telah menandatangani perjanjian Camp David 1978 yang menyerukan penarikan tentara Israel dari Tepi Barat dan Gaza.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ben Senin, 8 Oktober 2012, 03:26
Arab terlalu memaksakan kehendaknya karena kekayaan minyak dan tradi si agamanya.... Barat juga pasti menghargai nilainya.... mendingan jangan saling memaksa
  ben Senin, 8 Oktober 2012, 03:23
Arab sudah waktunya untuk bersahabat dengan dunia barat dan amrik. Menyalakan api permusuhan sama saja dengan ingin dikocok.
  bang ali Senin, 24 September 2012, 15:55
maju terus Dr. Mursi, kaum muslimin akan mendukung anda.
  Iman Senin, 24 September 2012, 13:47
Sangat sulit bagi Mursi untuk bisa independen karena hutang Mesir terlalu banyak pada AS. Kalau benar ia independen, mengapa tak berani meninjau kembali Perjanjian Camp David yang dulu ditentangnya dan ditentang semua negara Arab?