Selasa, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mursi: AS Membeli Kebencian Orang Arab

Senin, 24 September 2012, 07:36 WIB
Komentar : 2
Amr Abdallah Dalsh/Reuters
Presiden Mesir, Muhamad Mursi.
Presiden Mesir, Muhamad Mursi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat dinilai selalu memaksakan kehendaknya di suatu negara, khususnya wilayah Timur Tengah. Tak pelak, AS selalu menggunakan cara-cara koboi untuk masuk ke suatu negara, tanpa memikirkan masyarakatnya yang tersinggung negaranya diacak-acak pihak asing.

Karenanya, Presiden Mesir, Muhamad Mursi menyerukan Negeri Paman Sam itu mengubah pendekatannya secara mendasar terhadap negara-negara di kawasan Timteng. Mursi berpendapat AS harus menunjukkan respek yang lebih besar terhadap nilai-nilai yang ada di negara-negara tersebut.

"Pemerintahan AS secara turun-temurun membeli ketidaksukaan, jika bukan kebencian dari orang-orang negara Arab, dengan uang pajak warga Amerika," kata dia dalam sebuah interview dengan New York TImes seperti dilansir Press TV, Senin (24/9).

"Saya," sambung Mursi, "membuktikan independensi saya dengan melakukan tindakan-tindakan yang tepat bagi negara saya."

Mursi mengakui adanya perbedaan budaya dan nilai di antara dua peradaban tersebut. Namun, hal itu bukanlah penghalang untuk menunjukkan respek terhadap nilai-nilai universal.

"Jika Anda ingin menilai perilaku orang Mesir dengan standar budaya Amerika, maka tidak ada ruang untuk penilaian. Ketika orang Mesir memutuskan sesuatu bisa jadi hal itu tidak tepat bagi AS. Dan ketika orang Amerika memutuskan sesuatu, tentu saja itu juga bisa jadi tidak tepat bagi Mesir," papar Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran. (baca: Mursi Presiden Mesir Pertama Hafal Alquran).

Dalam kesempatan itu, Mursi juga menyinggung tanggung jawab AS bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Ia mengingatkan AS telah menandatangani perjanjian Camp David 1978 yang menyerukan penarikan tentara Israel dari Tepi Barat dan Gaza.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Irman Gusman: Nilai Pemerintahan Jokowi A Minus
AKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman menilai pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sudah berlangsung baik. Meski menurutnya banyak kebijakan yang diambil...