Kamis, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Siap Bantu Suriah Jika Diserang Israel

Senin, 17 September 2012, 07:44 WIB
Komentar : 3
  Seorang Tentara Pembebasan Suriah berjalan melalui sebuah jalan di distrik Amariya di Aleppo, Suriah, Senin (10/9).    (Manu Brabo/AP)
Seorang Tentara Pembebasan Suriah berjalan melalui sebuah jalan di distrik Amariya di Aleppo, Suriah, Senin (10/9). (Manu Brabo/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Para anggota Korp Pengawal Revolusi Islam Iran mengaku memberikan bantuan non-militer kepada Suriah. Pernyataan itu dilontarkan komandan korps pada konferensi pers di Teheran, Ahad (17/9).

Menurut Jenderal Mohammad Ali Jafari, para anggota korps menyediakan hanya 'bantuan intelektual dan penasehat' di Suriah, di mana konflik bersenjata telah meningkat menjadi perang saudara. Perang itu dilaporkan menewaskan 20 ribu jiwa.

Jafari mengatakan jika Suriah diserang, Iran, yang mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, akan menawarkan bantuan militer kepada Pemerintah Suriah. "Ini benar-benar akan tergantung pada keadaan," kata jenderal Iran itu menambahkan.

Panglima Pengawal Revolusi Iran mengatakan para anggota satuan operasi khususnya, Pasukan Qud, kini berada di Suriah dan Lebanon. Namun kehadiran mereka hanya memberikan 'nasehat'. "Sejumlah anggota Pasukan Qud berada di Suriah dan Lebanon. Kami memberikan (kepada negara-negara ini) bantuan nasehat dan saran, dan mengalihkan pengalaman kepada mereka," kata komandan Pengawal Revolusi, Brigjen Mohammad Ali Jafari dalam jumpa dengan wartawan yang jarang dilakukannya.

"Tetapi itu tidak berati bahwa kami menempatkan militer di sana," katanya.

Ini adalah untuk pertama kali Pengawal Revolusi itu mengakui secara terbuka kehadiran para anggota pasukan Qud di Suriah. Beberapa negara Barat dan Arab menuduh Iran memberikan bantuan militer kepada pemerintah sekutu utamanya di kawasan itu, Presiden Bashar al-Assad, membantu dia dalam konflik berdarah di Suriah.

"Iran membantu mempertahankan Suriah, satu anggota dari kelompok perlawanan (anti-Israel)," kata Jafari.

"Iran membantu mereka dengan pengalaman sementara negara-negara tanpa malu mendukung kelompok-kelompok teroris," tambahnya menggunakan istilah resmi Iran bagi oposisi Suriah.

Di satu sisi Iran menuduh Turki, Arab Saudi dan Qatar mempersenjatai oposisi Suriah, bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel untuk menggulingan Presiden Bashar. Pasukan Qud adalah satuan khusus yang bertanggung jawab atas seluruh operasi wilayah luar, resmi atau secara gelap, dari Pengawal Revolusi.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : RIA Novosti-0ANA/AFP
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pembangunan Tekan Populasi Satwa Liar
JAKARTA -- Senior Advisor World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Prof Ir H Hadi S. Alikodra menuturkan pertumbuhan dan pembangunan yang pesat banyak memberikan...