Tuesday, 9 Rajab 1436 / 28 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Demo Film Anti-Islam di Lebanon Rusuh, KFC Dibakar

Saturday, 15 September 2012, 13:03 WIB
Komentar : 0
Daily Breeze
Demo film anti-Islam di Beirut, Libanon berakhir rusuh. Restoran KFC Dibakar massa dalam aksi protes tersebut.
Demo film anti-Islam di Beirut, Libanon berakhir rusuh. Restoran KFC Dibakar massa dalam aksi protes tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT--Demo menentang film ''Innocence of Muslim" dan kedatangan Paus di kota Beirut, Lebanon, pada Jumat, (14/9) berakhir ricuh. Akibat insiden itu, satu orang demonstran dilaporkan tewas dan dua lainnya terluka.

Sebuah sumber keamanan mengatakan pria itu tewas ketika para demonstran berusaha menyerbu sebuah gedung pemerintah di kota itu. Tidak hanya itu, massa juga sempat membakar restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) di kota tersebut.

Dalam aksinya itu, massa sempat meneriakkan slogan-slogan mengecam film ''Innocence of Muslims'' dan anti-Paus (tokoh suci umat Katholik di Vatikan). ''Kami tidak ingin Paus. Kami juga tidak suka Islam dihina,'' kata demonstran.

Seperti diketahui, insiden itu terjadi saat Paus Benediktus memulai kunjungan tiga hari ke Lebanon. Selain itu, kericuhan ini juga merupakan bentuk kemarahan atas film tersebut.

Saksi mata melaporkan suara tembakan sempat terdengar di lokasi kejadian. Kantor berita The Lebanese Broadcasting Corporation International (LBCI) melaporkan  para penyerang tak dikenal melepaskan tembakan di dekat Serail, Tripoli. Hal inilah yang mendorong pasukan keamanan untuk menembakkan tembakan untuk membubarkan massa.

Sebelumnya, demo juga terjadi di beberapa negara seperti Libya, Mesir dan Yaman. Demo tersebut akhirnya berujung ricuh dan menewaskan beberapa orang termasuk duta besar AS Christopher Stevens.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Video Ketegangan Saat Terjadi Gempa di Nepal
KHATMANDU -- Gempa yang terjadi di Nepal pada Sabtu (25/4) dengan kekuatan 7,8 skala richter tak hanya menyebabkan korban jiwa, namun juga menghancurkan...