Saturday, 15 September 2012, 13:03 WIB

Demo Film Anti-Islam di Lebanon Rusuh, KFC Dibakar

Rep: Umi Lailatul/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Daily Breeze
Demo film anti-Islam di Beirut, Libanon berakhir rusuh. Restoran KFC Dibakar massa dalam aksi protes tersebut.
Demo film anti-Islam di Beirut, Libanon berakhir rusuh. Restoran KFC Dibakar massa dalam aksi protes tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT--Demo menentang film ''Innocence of Muslim" dan kedatangan Paus di kota Beirut, Lebanon, pada Jumat, (14/9) berakhir ricuh. Akibat insiden itu, satu orang demonstran dilaporkan tewas dan dua lainnya terluka.

Sebuah sumber keamanan mengatakan pria itu tewas ketika para demonstran berusaha menyerbu sebuah gedung pemerintah di kota itu. Tidak hanya itu, massa juga sempat membakar restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) di kota tersebut.

Dalam aksinya itu, massa sempat meneriakkan slogan-slogan mengecam film ''Innocence of Muslims'' dan anti-Paus (tokoh suci umat Katholik di Vatikan). ''Kami tidak ingin Paus. Kami juga tidak suka Islam dihina,'' kata demonstran.

Seperti diketahui, insiden itu terjadi saat Paus Benediktus memulai kunjungan tiga hari ke Lebanon. Selain itu, kericuhan ini juga merupakan bentuk kemarahan atas film tersebut.

Saksi mata melaporkan suara tembakan sempat terdengar di lokasi kejadian. Kantor berita The Lebanese Broadcasting Corporation International (LBCI) melaporkan  para penyerang tak dikenal melepaskan tembakan di dekat Serail, Tripoli. Hal inilah yang mendorong pasukan keamanan untuk menembakkan tembakan untuk membubarkan massa.

Sebelumnya, demo juga terjadi di beberapa negara seperti Libya, Mesir dan Yaman. Demo tersebut akhirnya berujung ricuh dan menewaskan beberapa orang termasuk duta besar AS Christopher Stevens.

loading...