Minggu, 29 Safar 1436 / 21 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Protes Film 'Anti-Islam', Rakyat Libya Bakar Gedung Konsulat AS

Rabu, 12 September 2012, 10:36 WIB
Komentar : 0
Bendera Amerika Serikat
Bendera Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, LIBYA TIMUR -- Aksi demo menentang peluncuran film ''anti-Islam'' digelar di depan Gedung Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk Libya di Libya Timur pada Selasa, (11/9) malam waktu setempat. Aksi demo inipun berakhir ricuh.

Bentrokan pecah setelah sekelompok orang menggelar demonstrasi memprotes film anti-Islam yang dibuat di AS. Saksi mata mengatakan pengunjuk rasa menyerang dan membakar gedung konsulat tersebut. Sementara itu, pasukan keamanan berusaha mengamankan lokasi dan akhirnya bentrokan tidak dapat terhindarkan.

Dalam bentrokan itu, granat dari roket juga ditembakkan ke gedung tersebut. Akibatnya, satu staf konsulat AS dikabarkan tewas dan seorang petugas keamanan terluka. Hingga kini, para staff dan diplomat AS untuk Libya telah dievakuasi. Wakil Menteri Dalam Negeri Libya, Wanis al-sharef mengatakan diplomat AS telah dievakuasi untuk menjamin keselamatan mereka.

Sebelumnya, demo serupa juga terjadi di negara tetangga Libya yakni Mesir. Ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di Kairo pada Selasa, (11/9). Para demonstran itu sempat memanjat dinding kedutaan dan menarik bendera AS. Aksi penarikan bendera itu sebagai seruan untuk segera mengusir duta besar AS untuk Kairo. Dalam aksi itu, mereka juga menyerukan agar Pemerintah AS segera mememinta maaf kepada kaum Muslim.

Seperti diketahui sebelumnya, sebuah film anti Islam diluncurkan di beberapa negara. Film tersebut menuai kecaman dari beberapa negara Timur Tengah seperti Mesir dan Libya. Mereka menilai film yang diproduksi kaum Kristen Koptik itu telah menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW.

 

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : presstv
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...