Senin, 20 Agustus 2012, 19:09 WIB

120 Negara Dukung Kemerdekaan Palestina

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Karta Raharja Ucu
Palestina
Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Solidaritas dan aksi dukungan untuk kemerdekaan Palestina menjadi salah satu agenda pokok dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok (KTT GNB) di Teheran, Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Michael Tene mengatakan komitmen Indonesia untuk mendorong solidaritas tersebut.

"Setelah Komite Palestina gagal di Ramallah, Indonesia bersama GNB akan tetap membahasnya ditingkat pemimpin pemerintahan (Presiden)," kata Tene, saat dihubungi ROL, Senin (20/8).

Negara-negara nonaliansi akan menggelar pertemuan tiga tahunan, pada 30 dan 31 Agustus mendatang. KTT GNB ke-16 yang bertemakan 'The Last Thing Peace True Global Government' tersebut, diharapkan dapat memberikan komitmen yang nyata terkait kemerdekaan Palestina.

Hasilnya, kata Tene, berupa Teheran Final Document, yaitu pernyataan final negara-negara anggota dan deklarasi bersama 120 anggota GNB yang mendukung kemerdekaan Palestina. "Itu adalah dua per tiga dari keseluruhan anggota PBB," sebut Tene.

Selain itu, lanjut Tene, pembahasan dan sikap GNB terhadap perdamaian dunia juga akan menjadi topik sentral untuk dibahas. Indonesia akan membawa isu-isu keamanan di kawasan, juga perkembangan ekonomi.

"Detailnya nanti akan dijelaskan di tingkat kepresidenan," kata dia.

Awal Agustus lalu, Menteri Luar Negeri GNB yang tergabung dalam Komite Pembebasasn palestina, juga berniat membahas persoalan serupa di Ramallah. Namun dibatalkan, karena lima menteri luar negeri dari 13 menteri luar negeri yang akan mengikuti pertemuan tersebut diusir Israel, termasuk Menlu Indonesia Marty Natalegawa. Israel beralasan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintahan Zionis itu.