Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

120 Negara Dukung Kemerdekaan Palestina

Senin, 20 Agustus 2012, 19:09 WIB
Komentar : 3
Palestina
Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Solidaritas dan aksi dukungan untuk kemerdekaan Palestina menjadi salah satu agenda pokok dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok (KTT GNB) di Teheran, Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Michael Tene mengatakan komitmen Indonesia untuk mendorong solidaritas tersebut.

"Setelah Komite Palestina gagal di Ramallah, Indonesia bersama GNB akan tetap membahasnya ditingkat pemimpin pemerintahan (Presiden)," kata Tene, saat dihubungi ROL, Senin (20/8).

Negara-negara nonaliansi akan menggelar pertemuan tiga tahunan, pada 30 dan 31 Agustus mendatang. KTT GNB ke-16 yang bertemakan 'The Last Thing Peace True Global Government' tersebut, diharapkan dapat memberikan komitmen yang nyata terkait kemerdekaan Palestina.

Hasilnya, kata Tene, berupa Teheran Final Document, yaitu pernyataan final negara-negara anggota dan deklarasi bersama 120 anggota GNB yang mendukung kemerdekaan Palestina. "Itu adalah dua per tiga dari keseluruhan anggota PBB," sebut Tene.

Selain itu, lanjut Tene, pembahasan dan sikap GNB terhadap perdamaian dunia juga akan menjadi topik sentral untuk dibahas. Indonesia akan membawa isu-isu keamanan di kawasan, juga perkembangan ekonomi.

"Detailnya nanti akan dijelaskan di tingkat kepresidenan," kata dia.

Awal Agustus lalu, Menteri Luar Negeri GNB yang tergabung dalam Komite Pembebasasn palestina, juga berniat membahas persoalan serupa di Ramallah. Namun dibatalkan, karena lima menteri luar negeri dari 13 menteri luar negeri yang akan mengikuti pertemuan tersebut diusir Israel, termasuk Menlu Indonesia Marty Natalegawa. Israel beralasan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintahan Zionis itu.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Sam Selasa, 21 Agustus 2012, 06:06
Merdeka dan kembalikan tanah Palestine yg dirampok Israel, maka aman dunia ini dari teroris yg "dibangun" Amerika sendiri. Selagi belum pulih kondisi di Palestine, peperangan, kerusakan dan kehancuran dimuka bumi ini, hanya menunggu waktu.
  USMAN MUKARROM Selasa, 21 Agustus 2012, 00:05
Memang sudah sepatutnya Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, karena itu memang amanat dari UUD 1945 yang muqaddimahnya menyatakan: "kemerdekaan adalah hak segala bangsa karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan."