Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hamas Perangi Kelompok Islam Radikal di Jalur Gaza

Sabtu, 18 Agustus 2012, 09:03 WIB
Komentar : 1
Logo Hamas
Logo Hamas

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA-- Menurut laporan kantor Berita Palestina, pihak berwenang Hamas telah menangkap pemimpin organisasi radikal Salafi. Hamas meluncurkan tindakan keras terhadap kelompok Islam radikal di jalur Gaza, setelah  serangan mematikan di pangkalan militer Mesir di perbatasan Jalur Gaza dan Israel, Sinai.

Hamas dilaporkan tengah menindak keras kelompok-kelompok Islam radikal di Jalur Gaza. Salah satunya dengan menangkap pemimpin Salafi yang baru sembuh dari luka akibat serangan udara Israel, Juni lalu.

Pasukan keamanan Jalur Gaza dilaporkan telah menangkap Sheikh Abu Suhaib Rashwan, saat ia meninggalkan rumah sakit setelah perawatan lukanya. Rashwan diduga merupakan anggota organisasi teroris Tauhid wal Jihad. Organisasi tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penculikan aktivis perdamaian Italia Vittorio Arrigoni, 2011 lalu.

Menurut laporan, beberapa anggota organisasi Salafi yang diidentifikasikan dengan Alqaida telah ditangkap dan diinterogasi sejak 5 Agustus 2011. Hamas sebelumnya juga telah menggerebek sebuah masjid Salafi di 2009. Peristiwa yang menewaskan 28 orang tersebut terjadi setelah, seorang imam Salafi menyatakan sebuah emirat Islam di Gaza.

Belum diketahui, apakah pemerintah Mesir telah menekan para pemimpin Hamas untuk menindak kelompok jihad radikal tersebut. Namun, Perdana Menteri Hamas Ismael Haniyeh telah berjanji pada Menteri Pertahanan Mesir Abdul Fatah Khalil al-Sisi uintuk  mengkoordinasikan masalah keamanan dengan Kairo, dan bekerja sama untuk melindungi perbatasan bersama mereka.

Sejak serangan di Semenanjung Sinai tersebut, Mesir telah meluncurkan kampanye militer untuk membasmi teroris Islam radikal. Menurut laporan media Mesir, pejabat Kairo menduga teroris telah menyusup ke Angkatan Darat di Gaza. Mereka berpartisipasi dalam serangan lintas perbatasan di Sinai dan Israel.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : The Times of Israel
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar