Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran: Rencana Zona Larangan Terbang AS di Suriah Menyeramkan

Rabu, 15 Agustus 2012, 13:01 WIB
Komentar : 14
IslamTimes
Pesawat Tempur Suriah
Pesawat Tempur Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Para pejabat Iran menyampaikan penentangan mereka terhadap pengucilan Suriah dan menyebut rencana zona larangan terbang AS sebagai rencana yang menyeramkan, dalam reaksi terhadap tindakan baru-baru ini oleh beberapa negara regional serta Barat mengenai krisis Suriah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, Selasa (14/8), mengatakan Republik Islam tersebut takkan pernah menerima baik pembekuan keanggotaan Iran di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), demikian laporan kantor berita Iran, IRNA.

Saat berbicara kepada wartawan selama taklimat mingguannya, Mehmanparast mengatakan negara tertentu mungkin mendukung pembekuan keanggotaan Suriah di OIC selama pertemuan tingkat tinggi di Makkah, Arab Saudi, tapi Teheran takkan pernah menerimanya.

Menteri luar negeri OKI, Senin (13/8), mengusulkan untuk menskors Suriah dari lembaga itu, dalam pertemuan di Arab Saudi, sementara keputusan resmi tampaknya disahkan pada Rabu waktu setempat.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...