Sunday, 16 Rajab 1434 / 26 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iran: Rencana Perdamaian Annan takkan Punah

Friday, 10 August 2012, 10:19 WIB
Komentar : 0
AP
Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi.
Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, Kamis (9/8), menganggap rencana perdamaian bagi Suriah yang diajukan oleh Kofi Annan masih hidup kendati ia telah mengundurkan diri sebagai utusan khusus bersama PBB-Liga Arab untuk negara yang dirongrong kerusuhan itu.

Pernyataan tersebut dilontarkan Salehi dalam taklimat setelah pertemuan mengenai Suriah yang diselenggarakan, Kamis, di Ibu Kota Iran, Teheran.

Pertemuan tersebut bertujuan menemukan cara dalam kerangka kerja rencana perdamaian enam pasal Annan guna menyelesaikan krisis Suriah, kata Salehi. "Rencana perdamaian Annan masih hidup dan pengunduran dirinya takkan membuat (rencana) itu punah," kata Salehi sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Iran berpendapat masyarakat internasional memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan krisis Suriah, memberi bantuan kepada rakyat Suriah sehubungan dengan itu dan menyiapkan dasar bagi dialog antara pemerintah dan kelompok oposisi Suriah, katanya.

"Kami harap semua negara yang memiliki kepentingan dengan situasi di Suriah dapat berkumpul bersama guna menyelesaikan krisis di negeri itu," katanya. Ia menambahkan negara regional dan masyarakat internasional mesti bergabung guna menyelesaikan krisis Suriah melalui cara diplomatik dan damai.

Pertemuan konsultatif internasional mengenai Suriah dibuka di Teheran pada Kamis (9/8) dengan tema "Hentikan Kerusuhan, Dialog Nasional". Salehi sempat membahas juga mengenai penolakan pada campur tangan asing dan mengenai warga negara Iran yang diculik di Suriah dan mereka berasal dari segala lapisan masyarakat.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Xinhua
1.572 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Cukup 90 Hari, Cina Bangun Tower Tertinggi di Dunia
CHANGSA--Rencana perusahaan Cina, Broad untuk membuat gedung tertinggi di dunia dalam waktu tiga bulan saja bukanlah isapan jempol belaka. Rencana itu...