Kamis, 15 Ramadhan 1436 / 02 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

PM Suriah Membelot, Bukti Rezim Bashar Al Assad Rapuh

Selasa, 07 Agustus 2012, 23:58 WIB
Komentar : 1
Reuters
Riyad Hijab (kiri) ketika disumpah sebagai perdana menteri oleh presiden Suriah Bashar al-Assad (kanan) pada Juni kemarin.
Riyad Hijab (kiri) ketika disumpah sebagai perdana menteri oleh presiden Suriah Bashar al-Assad (kanan) pada Juni kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri ​Luar ​Negeri ​Australia, ​Bob ​Carr ​mengatakan ​pembelotan Perdana Menteri ​Suriah ​Riyad ​Hijab ​menunjukkan ​kerapuhan ​pemerintah ​rezim ​Bashar ​al-Assad.

Bob ​Carr ​menilai ​pembelotan ​Hijab ​mengkonfirmasi ​terdapat ​gerakan ​perubahan ​pada ​pemerintah ​yang ​berkuasa ​di ​Suriah. Komentar ​Carr ​tersebut ​dilontarkan ​dalam ​kunjungan ​sehari ​di ​Israel ​dan ​wilayah ​teritori ​Palestina.

Dalam ​diskusi ​dengan ​otoritas ​Palestina Ppresiden ​Mahmud ​Abbas, ​senator ​Carr ​menyatakan ​dukungannya ​terhadap ​solusi ​dua ​negara ​di mana ​negara ​Palestina ​dapat ​secara ​independen ​berdiri ​bersebelahan ​dengan ​Israel.

Sementara ​dalam ​pertemuan ​dengan ​perdana ​menteri ​Israel, ​Benyamin ​Netanyahu, ​ia ​berbicara ​banyak ​hal ​mulai ​dari ​situasi ​terakhir ​di ​Suriah ​hingga ​keprihatinan ​atas ​program ​nuklir ​Iran.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : www.radioaustralia.net.au
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ramadhan, Momentum Menjaga Keluarga dari Jilatan Api Neraka
BANDUNG — Aktivis perempuan Netty Heryawan mengatakan tidak ada institusi yang mampu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa kecuali dimulai dari institusi kecil...