Minggu, 16 Rajab 1434 / 26 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kawan Assad: Teman Sekelasku Penjahat Perang (III-habis)

Selasa, 07 Agustus 2012, 16:07 WIB
Komentar : 0
Reuters
Bashar al-Assad
Bashar al-Assad

REPUBLIKA.CO.ID, Sahloul menyatakan ia tak melihat teman sekelasnya saat dilantik presiden. Kini ia pun tak menganggap sebagai presiden. "Hari-hari kepemimpinan Assad sepertinya sudah bisa dihitung," ujarnya.

Dulu ia pernah bertanya kepada Assad apakah ia pernah berpikir Suriah siap untuk demokrasi. Assad, tuturnya, berkata tidak.

Saat itu Assad mengacu pada budaya kesukuan dan bawaan sektarian di Suriah. Kini, ia melihat penolakan Assad untuk mengakui seruan rakyatnya untuk pemerintahan yang lebih demokratis bisa jadi telah menghantuinya.

Namun, Sahloul juga mengingatkan, rezim Assad sepertinya tidak segan untuk membawa seluruh negara dan bangsa runtuh bersamanya.

"Rezim masih kuat," ujar Sahloul. "Tentara masih bersekutu kuat dengan rezim dan kombinasi itu bisa menyebabkan banyak kerusakan dan bencana sebelum mereka tersingkir dari kekuasaan," ujarnya.

"Tapi yang pasti, rezim telah berakhir," ujar Sahloul. "Kini tak ada seorang pun di Suriah yang akan mengizinkan rezim memimpin lagi," imbuhnya.

Rakyat Suriah, kata Sahloul telah memecahkan benteng ketakutan mereka sendiri. "Jadi mustahil bagi dia untuk terus berkuasa dan memimpin Suriah."

"Ini bukan lagi perkara kepemimpinannya, ini hanya persoalan kapan," ujar Sahloul.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Aljazirah
1.246 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Derita Muslim di Negeri Para Dewa
ATHENA--Populasi Muslim di Eropa terus meningkat. Kenaikan ini juga dialami Yunani. Sensus tahun 2006 menyebutkan bahwa dari total penduduk Yunani yang mencapai ...