Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kawan Assad: Teman Sekelasku Penjahat Perang (I)

Tuesday, 07 August 2012, 15:07 WIB
Komentar : 0
AP
Presiden Suriah, Bashar Al-Assad.
Presiden Suriah, Bashar Al-Assad.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Kisah ini dituturkan oleh mahasiswa kedokteran yang kulih di insitusi akademi top Suriah, Universitas Damaskus pada 1980. Dalam satu sesi latihan olah tubuh, ada seorang mahasiswa yang dipanggil 'anak keledai' oleh si instruktur.

"Wajah instruktur yang memerah itu langsung menyadari siapa yang disebutnya anak keledai dan langsung minta maaf. Mahasiswa itu ialah Bashar, putra kedua dan pewaris tahta manta presiden Suriah saat itu, Hafez al-Assad. Namun Bashar muda menganggap 'hinaan' dengan ringan dan sambil lalu.

Seorang dokter Suriah bernama Zaher Sahloul mengenang peristiwa yang melibatkan teman sekelasnya selama enam tahun. Spesialis paru yang kini menetap di Chicago terus terang mengaku heran. "Dulu ia adalah seseorang yang biasa dan rendah hati dan kini berubah menjadi arsitek pertumpahan darah yang terus berlanjut di Suriah," ungkapnya.

Kekerasan di Suriah, menurut PBB, hingga kini telah menewaskan lebih dari 17 ribu orang. "Anda tak pernah membayangkan seseorang yang dulu menjadi teman sekelas di sekolah kedokteran bakal mampu melakukan kejahatan perang terhadap kemanusiaan," ujar Shaloul, pria asli Homs dan presiden Masyarakat Kedokteran Suriah Amerika.

Bashar bukanlah sosok yang arogan, kata Shaloul. "Namun dari yang saya ingat, ia juga bukanlah orang yang begitu cerdas dan istimewa," ujarnya.

"Saya kira ia membuktikan diri sebagai presiden kelas menengah biasa saja saat menghadapi krisis, apaka itu krisis di Irak, di Lebanon setelah pembunuhan mantan PM Rafiq al-Hariri," ujarnya. "Keputusannya sangat lemah sehingga mengarah pada konsekuensi bencana," imbuh Sahloul.

Ia juga mengenang dua tahun setelah Bashar menjadi presiden, ia bersama seorang dokter Suriah Amerika berkesempatan bertemu dengan Assad di sebuah konferensi di Damaskus. Saat bertukar cerita, Sahloul ingat Assad berkata ia berharap dirinya seorang dokter praktik alih-alih menjadi presiden.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Aljazirah
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar