Senin, 6 Rabiul Akhir 1436 / 26 Januari 2015
find us on : 
  Login |  Register

Produk Pertanian Israel Masuk Pasar Yordania

Selasa, 07 Agustus 2012, 13:52 WIB
Komentar : 2
ap
Seruan boikot produk Israel di Irlandia
Seruan boikot produk Israel di Irlandia

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Asosiasi Insinyur Pertanian Yordania mengecam upaya Israel memasarkan produk pertanian Israel di pasar Yordania. Asosiasi menegaskan, upaya itu akan menemui kegagalan karena kesadaran warga.

Ketua Asosiasi Insinyur Pertanian Yordania, Mahmud Abu Ghanima, dalam pernyataan pers hari Senin (6/8) kemarin, menegaskan upaya Israel itu ingin mematikan usaha petani Yordania, sehingga pada akhirnya produk dari merekalah yang mendominasi pasar. "Ini baru awalan, entah apalagi capaian berikutnya," papar dia seperti dikutip infopalestina.com.

Abu Ghanima mengingatkan pasar Eropa dan Amerika Utara serta beberapa pasar Amerika Selatan terbuka lebar untuk produk pertanian Israel. Mereka menjual produknya dengan harga dua kali lipat dengan harga di pasar Yordania. "Jelas, Israel berkeinginan kuat memasuki pasar Yordania," kata dia.

Karena itu, Abu Ghanima meminta petani Yordani agar tidak kalah bersaing dengan petani Israel. Ia juga meminta pemerintah Yordania agar memberikan bantuannya guna meningkatkan produktivitas petani lokal.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Dewi Mardiani
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
100 Hari Memimpin, Pengamat: Pemerintahan Jokowi Tidak Jelas
JAKARTA -- Kepemimpinan presiden Joko Widodo memasuki 100 hari. Awal kepemimpinannya dinilai pengamat politik Adhi Massardi tidak jelas. Menurut dia, kabinet Jokowi berisikan...