Kamis, 02 Agustus 2012, 06:16 WIB

Suriah Mencekam, Assad Menghilang

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Heri Ruslan
Reuters/Abdo
Gerilyawan anggota Tentara Pembebasan Suriah melontarkan kecaman menentang Presiden Suriah, Bashar Al Assad, di Azzaz, Aleppo, Suriah.
Gerilyawan anggota Tentara Pembebasan Suriah melontarkan kecaman menentang Presiden Suriah, Bashar Al Assad, di Azzaz, Aleppo, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Kondisi keamanan di Suriah semakin mencekam dengan meningkatnya tensi bentrok bersenjata antara militer dan pasukan pemberontak. Di saat yang sama, Presiden Suriah Bashar Al Assad justru menghilang dari publik.

Assad tidak pernah muncul di depan publik sejak insiden ledakan bom yang menewaskan empat pejabat tingginya pada 18 Juli lalu. Saat memberikan instruksi untuk meningkatkan serangan terhadap pasukan pemberontak, Rabu (1/8), Assad pun hanya menyampaikannya lewat perintah tertulis.

Sikap Assad itu memicu spekulasi bahwa dirinya mulai khawatir akan keselamatan dirinya setelah beberapa orang terdekatnya tewas dalam serangan bom. Amerika Serikat pun bereaksi negatif atas sikap Assad ini.

"Kami pikir itu sikap pengecut, jujur saja. Mendesak angkatan bersenjata untuk melanjutkan pembantaian terhadap warga sipil negerinya sendiri, namun (di saat yang sama) bersembunyi dari sorotan publik," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Patrick Ventrell, seperti dikutip AP.

Sumber : AP