Selasa, 31 Juli 2012, 23:14 WIB

Rusia Sebut Situasi Suriah 'Darurat'

Red: Karta Raharja Ucu
Mededev, PM Rusia
Mededev, PM Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Hari ini, Selasa (31/7), Rusia mengubah status situasi di Suriah dari 'Rumit' menjadi 'Darurat'. Perubahan status tersebut menyusul meningkatnya krisis kekerasan yang melanda Suriah.

Tidak hanya Suriah yang masuk dalam daftar 'Darurat' Rusia. Republik Afrika Tengah dan Sri Langka juga dikeluarkan dari daftar negara-negara berstatus 'Rumit' dan berganti status 'Darurat'. Sementara India dan Kenya menggantikan Afteng dan Sri Langka masih dalam daftar negara 'Rumit'.

Keputusan perubahan status itu bahkan sudah ditandatangani Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev dan dipublikasikan di situs resmi negeri beruang merah tersebut. Suriah sekarang dikategorikan sebagai negara dalam keadaan darurat atau konflik bersenjata.

Perubahan itu membuat Rusia secara resmi mengakui bila Suriah telah terjun dalam konflik bersenjata. Terakhir kali Pemerintah Rusia mengubah daftar pada 3 Juni. Daftar tersebut dirancang untuk mengevaluasi risiko dan memberikan saran keamanan kepada diplomat Rusia yang bekerja di luar negeri.

Konfrontasi militer di Suriah semakin meningkat pada saat baik pasukan pemerintah maupun oposisi bersenjata masuk ke dalam perang terbuka di tempat-tempat penting, mendorong negara-negara lain untuk menarik diplomat mereka. Pada pekan lalu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru terhadap Damaskus, yakni pengetatan embargo senjata dengan memeriksa semua kapal dan pesawat yang diduga membawa senjata menuju Suriah.

Rusia juga menolak untuk menerapkan sanksi-sanksi, dan menyebut hal itu sebagai pelanggaran prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara lain.

Sumber : AFP
loading...