Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Sebut Situasi Suriah 'Darurat'

Tuesday, 31 July 2012, 23:14 WIB
Komentar : 2
Mededev, PM Rusia
Mededev, PM Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Hari ini, Selasa (31/7), Rusia mengubah status situasi di Suriah dari 'Rumit' menjadi 'Darurat'. Perubahan status tersebut menyusul meningkatnya krisis kekerasan yang melanda Suriah.

Tidak hanya Suriah yang masuk dalam daftar 'Darurat' Rusia. Republik Afrika Tengah dan Sri Langka juga dikeluarkan dari daftar negara-negara berstatus 'Rumit' dan berganti status 'Darurat'. Sementara India dan Kenya menggantikan Afteng dan Sri Langka masih dalam daftar negara 'Rumit'.

Keputusan perubahan status itu bahkan sudah ditandatangani Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev dan dipublikasikan di situs resmi negeri beruang merah tersebut. Suriah sekarang dikategorikan sebagai negara dalam keadaan darurat atau konflik bersenjata.

Perubahan itu membuat Rusia secara resmi mengakui bila Suriah telah terjun dalam konflik bersenjata. Terakhir kali Pemerintah Rusia mengubah daftar pada 3 Juni. Daftar tersebut dirancang untuk mengevaluasi risiko dan memberikan saran keamanan kepada diplomat Rusia yang bekerja di luar negeri.

Konfrontasi militer di Suriah semakin meningkat pada saat baik pasukan pemerintah maupun oposisi bersenjata masuk ke dalam perang terbuka di tempat-tempat penting, mendorong negara-negara lain untuk menarik diplomat mereka. Pada pekan lalu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru terhadap Damaskus, yakni pengetatan embargo senjata dengan memeriksa semua kapal dan pesawat yang diduga membawa senjata menuju Suriah.

Rusia juga menolak untuk menerapkan sanksi-sanksi, dan menyebut hal itu sebagai pelanggaran prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara lain.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : AFP
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...