Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Israel Ketakutan, Suriah Alihkan Senjata Kimia ke Hizbullah

Selasa, 24 Juli 2012, 19:07 WIB
Komentar : 1
AP Photo
Serangan Israel ke Gaza tahun 2008 lalu yang diduga menggunakan senjata kimia
Serangan Israel ke Gaza tahun 2008 lalu yang diduga menggunakan senjata kimia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah Suriah masih menguasai penuh senjata kimianya, kata pejabat tinggi pertahanan Israel pada Selasa.

Menteri luar negeri Israel secara terpisah memperingatkan bahwa negara Yahudi itu akan bertindak tegas jika Suriah menyerahkan senjata kimia atau hayati apa pun kepada Hizbullah, musuhnya.

"Kekhawatirannya, tentu saja, penguasa itu akan goyah dan kendali juga akan goyah," kata pejabat pertahanan Amos Gilad kepada Radio Israel.

Tapi, ia menambahkan, "Pada saat ini, seluruh senjata tak biasa berada di bawah kendali penuh penguasa tersebut."

Ucapan itu dikeluarkannya tak lama sesudah pemberontak Suriah menuduh Assad memindahkan beberapa senjata kimianya ke daerah perbatasan, sehari setelah Damaskus memperingatkan akan menggunakannya jika diserang pihak asing.

"Kami juga mengungkapkan bahwa Assad mengalihkan beberapa senjata dan peralatan untuk mencampur unsur kimia ke bandar udara di perbatasan," kata pernyataan pemberontak.
Gilad menepis laporan itu sebagai bermakna.

"Menurut keterangan kami, Hizbullah belum menerima senjata kimia apa pun dari Suriah dan belum ada peralihan senjata kimia ke kelompok 'teror', seperti, Alqaidah," katanya.

"Warga Israel dapat tetap tenang, tidak perlu mengubah cara hidup atau menjadi histeris," katanya.

Negara Barat dan Israel mengkhawatirkan senjata kimia bisa jatuh ke tangan kelompok keras saat kewenangan Presiden Suriah Bashar Assad terkikis.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan Israel akan mempertimbangkan tindakan tentara untuk memastikan senjata itu tidak mencapai Hizbullah, sekutu gerilya Assad di Libanon. Israel menyatakan Hizbullah memiliki sekitar 70.000 roket di gudang persenjataannya.

Tapi, Israel tampak mengeraskan sikap mengenai senjata tak lazim mencapai Hizbullah ketika Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman pada temu pers di Brussels pada Selasa menyatakan tindakan tegas akan diambil terhadap langkah tersebut.

"Saat melihat Suriah mengalihkan senjata kimia dan hayati kepada Hizbullah adalah garis merah bagi kami. Dari sudut pandang kami, itu adalah jelas pemicu. Kami akan bertindak tegas dan tanpa ragu atau menahan diri," kata Lieberman.

Pada Senin, Suriah mengakui untuk pertama kali memiliki senjata kimia dan hayati serta mengatakan dapat menggunakannya jika negara asing ikut campur dalam pemberontakan 16 bulan terhadap Assad itu.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  NUR Rabu, 25 Juli 2012, 08:41
jika Israel serang GAZA dg senjata KIMIA , maka SURIAH boleh mengHIBAHkan senjata kimia 40% ke HISBULLAH dong, ayo segera kirim ke HISBULLAH dan ke pasukan GAZA. semangat.