Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Israel Takut Hizbullah Kuasai Senjata Kimia

Senin, 23 Juli 2012, 06:07 WIB
Komentar : 13
AP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, diperkirakan menang lagi dalam pemilu Israel yang dipercepat kali ini.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, diperkirakan menang lagi dalam pemilu Israel yang dipercepat kali ini.

REPUBLIKA.CO.ID, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad akan segera jatuh, dalam hitungan hari.

“Saya rasa rezim Suriah itu akan jatuh. Saya tidak tahu apakah dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi saya rasa tidak lama lagi,” ujarnya.
 
Muncul di acara televisi Fox News Sunday, Perdana Menteri Netanyahu mengatakan khawatir kekacauan di Suriah bisa mengakibatkan senjata kimia jatuh ke tangan musuh-musuh Israel.
 
“Bisakah dibayangkan Hezbullah – kelompok yang, dengan Iran, melakukan semua serangan teror di seluruh dunia – bisa punya senjata kimia? Itu seperti al-Qaida punya senjata kimia. Sesuatu yang tidak bisa kami terima,” tandasnya lagi.
 
Perdana Menteri Netanyahu menolak menspesifikasi apa yang mungkin atau tidak mungkin dilakukan. Ia mengatakan, “Apakah saya akan bertindak? Tidak. Apa saya akan merintanginya? Tidak juga.”
 
Perdana Menteri Israel itu mengulangi pendiriannya bahwa Hezbullah didukung oleh Iran, bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri minggu lalu di Bulgaria yang menewaskan lima warga Israel dan mencederai beberapa lainnya. Hezbollah tidak berkomentar mengenai insiden itu. Iran menyangkal tuduhan itu dan mengatakan pihaknya mengecam semua tindakan teror.
 
Muncul dalam program televisi CBS, Face the Nation, Perdana Menteri Netanyahu menolak berkomentar mengenai laporan-laporan berita yang mengutip para pejabat Israel, mengatakan mereka bekerja sama dengan intelijen Inggris untuk mencegah kemungkinan serangan teroris dalam Olimpiade London.

Empat puluh tahun lalu, 11 atlet Israel tewas dalam pertandingan Olimpiade di Münich.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : voa
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...