Ahad, 22 Juli 2012, 06:27 WIB

'Israel Provokasi AS Sulut Perang Dunia III'

Red: Heri Ruslan
Ariel Schalit/AP
Pesawat tempur AU Israel mengisi bahan bakar di udara.
Pesawat tempur AU Israel mengisi bahan bakar di udara.

REPUBLIKA.CO.ID,  Seorang analis militer, Gordon Duff Amerika mengatakan bahwa Israel berambisi mengobarkan Perang Dunia III untuk menyelamatkan dirinya dari kehancuran.

Duff menegaskan, Tel Aviv  melancarkan propaganda media dengan pengaruh yang luas demi menciptakan suasana yang memungkinkan serangan terhadap Iran melalui tangan Amerika Serikat.

Mengamini pandangan penulis Inggris HG Wells dalam bukunya, War of the Worlds, Duff mengungkapkan bahwa Iran telah menjadi target AS dan Israel yang gila perang selama bertahun-tahun.

Analis militer itu mencatat selama bertahun-tahun Iran tidak hanya menjadi sasaran kejahatan Israel, AS maupun NATO, tetapi juga Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Mengacu pada kunjungan Menlu AS Hillary Clinton ke Israel dan serangan terhadap sebuah bus di Bulgaria yang membawa wisatawan Israel, Duff menilai serangan teror seperti itu sebenarnya direncanakan oleh Israel untuk menyudutkan Iran, dan menghasut opini publik dunia supaya memojokkan Tehran.

Analis itu menambahkan bahwa situasi di Teluk Persia menunjukkan tidak adanya alasan bagi Iran untuk berkonfrontasi dengan pihak manapun, namun arena diatur sedemikian rupa oleh Israel dan Amerika Serikat sehingga konfrontasi tidak terhindarkan.

"Israel yakin serangan terhadap Iran bisa menjadi "cover" untuk membantu meletakkan segala sesuatu supaya terlihat benar demi menguasai kembali kontrol  (yang terlepas)..., "kata Duff.

Kian hari eksistensi Israel semakin terancam. Mitos militer Israel sebagai pasukan yang perkasa dan tidak terkalahkan di kawasan mulai pudar pasca kekalahan rezim Zionis dalam perang menghadapi Hizbullah Lebanon.
 
Terbukti, rezim agresor itu gagal merealisasikan tujuannya menguasai Lebanon selatan. Selama 33 hari mereka berperang di kota Bent Jbeil yang hanya berjarak 4 kilometer dari perbatasan Israel, rezim Zionis gagal menaklukan Hizbullah meski didukung kekuatan persenjataan yang sangat canggih. Kegagalan ini terus berlangsung hingga perundingan gencatan senjata disepakati.

Sumber : IRIB