Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

AS Kecam Veto Rusia dan China

Jumat, 20 Juli 2012, 17:48 WIB
Komentar : 3
AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Hu Jintao
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Hu Jintao

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat, Kamis (20/7), mengecam keputusan China dan Rusia untuk memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang berisi ancaman sanksi bagi Presiden Suriah, Bashar al Assad. Menurut AS keputusan kedua negara itu "akan sangat disesalkan"

Ini adalah "suatu kesalahan untuk mendukung rezim itu," kata juru bicara Presiden Barack Obama, Jay Carney, dalam briefing di Gedung Putih segera setelah Rusia dan China memveto rancangan ketiga resolusi PBB terhadap Suriah dalam sembilan bulan terakhir.

Veto adalah satu "keputusan yang akan sangat disesalkan, saya rasa, akan memberikan dampak yang lama bagi negara-negara yang memveto resolusi, dalam hal bagaimana rakyat Suriah memandang mereka," kata Carney.

"Tidak ada yang keraguan bahwa masa depan Suriah tidak akan melibatkan Bashar al Assad. Masa kekuasaannya tinggal dalam hitungan hari. Suatu kesalahan mendukung rezim yang akan berakhir."

Reaksi Carney muncul setelah Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Susan Rice berkata secara terbuka bahwa Dewan Keamanan PBB telah gagal di Suriah.

"Kami akan mengintensifkan upaya kami dengan mitra lain kami di luar Dewan Keamanan guna meningkatkan tekanan pada rezim Assad dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," kata Rice.

"Dewan Keamanan telah gagal dalam tugas terpentingnya di tahun ini," tambah Rice sambil mengecam Moskow dan Beijing.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...