Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Presiden Mesir Perintahkan 572 Tahanan Militer Dibebaskan

Jumat, 20 Juli 2012, 17:15 WIB
Komentar : 2
 Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo.   (Reuters)
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo. (Reuters)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Presiden Mesir Mohammed Mursi Kamis memerintahkan pembebasan 572 orang yang ditahan oleh militer, kata kantor berita resmi MENA, lapor AFP.

Presiden Mesir telah memerintahkan pembentukan satu komite untuk meninjau kasus-kasus warga sipil yang diadili oleh militer.

Sebanyak 11.879 orang Mesir telah ditahan oleh militer sejak pemberontakan beberapa tahun terakhir yang menggulingkan Hosni Mubarak, menurut angka yang dikeluarkan oleh komite.  Dari jumlah tersebut, 9.714 telah sejak dibebaskan.

Para aktivis dan kelompok hak asasi internasional telah berulang kali menyerukan dihentikannya pengadilan militer terhadap warga sipil.

"Hukum internasional adalah sangat jelas mengenai hal ini: tidak ada sipil, terlepas dari kejahatan, harus diadili oleh pengadilan militer," kata Sarah Leah Whitson, direktur Human Right Watch Timur Tengah dan Afrika Utara pekan ini.

Dia mendesak Mursi untuk mengambil "sikap berprinsip hak asasi manusia dan mengampuni semua warga sipil yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan militer."

Mursi dilantik pada 30 Juni mengambil alih sebuah dewan militer yang mengawasi transisi dari pemerintahan Mubarak.

Komite dibentuk oleh Moursi namun tidak memiliki mandat untuk meninjau kasus-kasus peradilan militer dan penangkapan terhadap warga sipil setelah dilakukan serah terima. Pengadilan militer telah dikritik karena tidak memenuhi persyaratan independensi dan imparsialitas.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...