Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hina PM Bahraian Via Twitter, Pemimpin Oposisi Diancam Penjara

Selasa, 10 Juli 2012, 11:18 WIB
Komentar : 0
Twitter
Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, MANAMAH - Pemimpin oposisi terkemuka di Bahrain, Nabeel Rajab dijatuhi hukuman penjara tiga bulan akibat sembarangan 'ngetwit'. Ia dihukum karena dianggap menghina Bahrain, melalui beberapa tweet-nya yang berisi kritikan pada Perdana Menteri Bahrain, Sheikh Khalifah bin Salman.

Polisi menciduk Rajab, yang merupakan Kepala Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain (BCHR), dan membawanya ke dalam tahanan setelah putusan pengadilan pada Selasa (10/7).

Sebelumnya Rajab terkenal karena menjadi tokoh utama dalam mengorganisir demonstrasi selama 16 bulan gerakan protes di negara tersebut. Ia menghabiskan waktu tiga minggu di penjara pada Juni lalu. Dalam rangka penyelidikan, setelah ia menulis dalam tweet-nya bahwa penduduk distrik Muharraq membuat acara mendukung Khalifa hanya karena mencari keuntungan finansial.

Sekelompok orang dari Muharraq mengajukan keluhan atas hal tersebut. Rajab didakwa memfitnah mereka dengan publikasi melalui jejaring sosial tersebut. Mereka juga mengatakan, pernyataan Rajab di Twitter meragukan patriotisme mereka.

Pengacara Rajab Mohammed al-Jishi mengatakan, keluhan semakin dibesarkan sekitar 50 orang termasuk pensiunan tentara dan petugas keamanan. Seorang pejabat pemerintah mengatakan, keluhan diajukan dua warga yang cukup menonjol setelah keduanya didekati masyarakat Muharraq.

Jishi mengatakan, Rajab akan mengajukan banding. "Setiap hari ada ribuan orang menghina ribuan orang lain di Twitter. Biasanya tuduhan penghinaan hanya membuat orang didenda, sementara kasus Rajab mengejutkan untuk saya," kata Jishi.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Aljazeera
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...