Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengadilan Konstitusi Kecam Dekrit Mursi

Selasa, 10 Juli 2012, 10:58 WIB
Komentar : 0
 Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo.   (Reuters)
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo. (Reuters)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO-- Pengadilan Agung Konstitusional Mesir menegur presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi. Mereka memanggil Mursi dalam sebuah sesi khusus, terkait pembatalan pembubaran parlemen Mesir yang dilakukan oleh Mursi.

Pada Ahad (8/7) lalu, Mursi mengeluarkan dekrit untuk mengumpulkan kembali parlemen. Hal tersebut tentu menyimpang dari putusan pengadilan dan Dewan Tertinggi Anggkatan bersenjata Mesir (SCAF). Sebab pada bulan lalu pengadilan telah membubarkan parlemen sesaat sebelum pemilihan, karena dianggap ada kecurangan di sana.

Pihak pengadilan mengatakan, semua keputusan pengadilan bersifat dinal dan tak tunduk pada banding. Semua keputusan bersifat mengikat bagi semua lembaga negara. Pihak militer mendukung posisi pengadilan.

Mereka mengatakan, keputusan pembubaran parlemen pada Juni lalu mewakili implementasi dari putusan pengadilan. Saat itu pengadilan menemukan pemilihan dalam parlemen tidak sesuai dengan konstitusi.

Yussuf Auf seorang hakim di Provinsi Giza mengatakan, Mursi telah melebihi kekuasaannya dengan mengumpulkan kembali parlemen. Ia mengatakan, hal ini merupakan masalah berat untuk aturan hukum di Mesir.

"Saya pikir ini hanya masalah politik bukan hukum, antara presiden dan dewan militer. Kedua pihak sama-sama berusaha menemukan dasar hukum untuk mendukung sudut pandang mereka," kata dia.

Sementara itu, Saad el Katatni salah seorang mantan anggota parlemen mengatakan anggota parlemen akan mulai kembali melakukan sidang pada Selasa (10/7) ini. Sebagai respon atas keputusan Mursi, sidang rencananya akan dimulai dua jam lebih awal dari pertemuan yang biasa mereka lakukan. Namun belum jelas siapa saja anggota parlemen yang akan bergabung.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : aljazeera
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Butet: Saya Senang Punya Presiden Kurus
JAKARTA -- Joko Widodo resmi memimpin Indonesia lima tahun kedepan. Terpilihnya Jokowi memiliki arti tersendiri bagi Butet Kertaradjasa. Seniman kondang ini senang memiliki...