Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Jual Bebas Minyak Lewat Broker

Senin, 09 Juli 2012, 00:07 WIB
Komentar : 3
Reuters
Kilang minyak Iran.
Kilang minyak Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, Uni Eropa memberlakukan embargo pada minyak Iran, sementara Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah hukuman terhadap negara-negara dan perusahaan yang membeli minyak Iran.

Mantan pejabat Kementerian Minyak Iran mengatakan, Tehran dapat menjual minyaknya melalui perantara dan pialang untuk menghindari sanksi AS dan Eropa.

Kazem Vaziri Hamaneh mengatakan kepada kantor berita ILNA, "Penjualan minyak ke broker berarti kenaikan biaya penjualan dan transportasi dan harga bisa ditekan, yang akan menghasilkan pendapatan lebih rendah, tetapi penurunan itu bukan harga tinggi untuk membayar masalah utama yang merupakan perlawanan Iran terhadap bullying."

Dia menambahkan, 40 tahun pengalaman dalam industri minyak memungkinkan Iran mengatasi sedikit masalah dalam mengekspor minyak.

Mantan Menteri minyak tersebut melanjutkan, pemerintah Iran telah membentuk komite khusus menangani krisis dan sanksi serta pembelian peralatan.

"Selama perang delapan tahun (antara Iran dan Irak), produksi dan ekspor minyak mentah tidak pernah berhenti. Karena minyak adalah barang dagangan strategis dan selalu memiliki pelanggan. Saat ini negara-negara Barat berusaha menempatkan sanksi terhadap minyak Iran, tapi Iran dapat dengan mudah mencari pengganti untuk klien-kliennya," beber Kazem Vaziri Hamaneh.

"Iran memiliki 40 tahun pengalaman di industri minyak dan saya harus mengatakan bahwa Iran tidak akan menghadapi masalah dalam menjual minyak mentah ke pelanggan. Iran juga dapat menjual minyak melalui pihak ketiga. Namun saluran ini akan sedikit meningkatkan biaya penjualan bagi Iran tapi ini bukan biaya tinggi pada kondisi seperti ini," tuturnya lagi.

Kazem Vaziri Hamaneh adalah mantan menteri minyak Iran. Dia adalah orang keempat yang diprioritaskan Ahmadinejad untuk parlemen Iran sebagai calon kementerian perminyakan, namun ditolak.

Sanksi Eropa, termasuk larangan impor minyak Iran Uni Eropa dan menghukum negara lain yang terlibat transaksi perdagangan dengan Iran, mulai berlaku pada Ahad (8/7).

Uni Eropa memberlakukan embargo minyak pada minyak Iran, sementara Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah hukuman terhadap negara-negara dan perusahaan yang membeli minyak Iran.

Bloomberg melaporkan minggu ini bahwa NITC, sebuah perusahaan minyak kapal tanker yang dimiliki oleh dana pensiun Iran, berganti nama di bawah bendera Tanzania, yang memungkinkan mereka untuk menghindari sanksi AS dan Uni Eropa.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Islam Times/eurasiareview
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  jajang Sabtu, 21 Juli 2012, 13:25
bravo iran
  Mohamad Pahli Senin, 9 Juli 2012, 18:23
puluhan tahun ASu mau menjatuhkan pemerintah Iran sejak jatuhnya Shah Iran dgn segala cara, tapi Iran tetap tegar...bravo Iran
  putra Senin, 9 Juli 2012, 09:46
bagus nya iran jangan beberkan pula cara lain yang dipakainya untuk menghindari embargo as itu nanti as nyari cara lain lagi agar makelar pun tak bisa beli ke iran, dah tau amrik tuh kek mana.....