Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran takkan Hentikan Pengayaan Uranium

Sunday, 08 July 2012, 16:37 WIB
Komentar : 2
telegraph.co.uk
Fasilitas nuklir Iran
Fasilitas nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID, Masyrakat Internasional mendesak Iran untuk menghentikan program nuklirnya, termasuk di dalamnya pengayaan uranium. Meski terus menerus didesak, negeri Mullah tersebut menegaskan tidak akan menghentikan pengayaan uraniumnya.

"Kenyataannya adalah bahwa Republik Islam Iran tidak memiliki masalah dalam menegosiasi untuk menghentikan pengayaan uranium, dengan ketentuan bahwa P5+1 - AS, Inggris, Perancis, Cina, dan Rusia, ditambah Jerman - memenuhi kebutuhan Iran yaitu 20-persen uranium," kata Mohammad Hassan Asferi, Sabtu (7/7).

ICANA melaporkan, anggota parlemen Majlis Keamanan Nasional dan Komite Kebijakan Luar Negeri Iran ini menekankan bahwa Iran tidak akan pernah menerima suspensi permanen.

"Barat harus menetapkan jangka waktu tertentu untuk penangguhan pengayaan. Misalnya, mereka harus memberitahu Iran untuk menangguhkan pengayaan 20-persen selama dua tahun, dan selama dua tahun Barat harus memenuhi kebutuhan uranium Iran. Namun, suspensi permanen pengayaan ini tidak berarti diterima," tambahnya lagi.

Asferi menyatakan bahwa bahkan penerimaan penghentian sementara pengayaan 20-persen uranium akan tergantung pada pengakhiran sanksi terhadap Iran dan mengembalikan dokumen nuklir Iran dari Dewan Keamanan PBB ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

AS dan Uni Eropa menuduh Iran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya dan telah memberlakukan sanksi internasional dan sepihak terhadap Teheran dengan dalih yang tanpa bukti itu.

Sanksi Uni Eropa mulai diberlakukan terhadap keuangan Iran dan sektor minyak pada 1 Juli, untuk mencegah semua negara anggota serikat dari pembelian minyak Iran, dan melakukan bisnis dengan bank sentral Iran.

Teheran membantah tuduhan Barat, mengatakan pemeriksaan telah dilakukan berulang kali oleh IAEA, akan tetapi IAEA tidak pernah menemukan penyelewengan dalam program energi nuklirnya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...