Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Saturday, 07 July 2012, 20:31 WIB
Komentar : 1
Reuters
Helikopter angkatan laut AS terbang rendah di atas kapal perusak, Sterett, saat melintasi Selat Hormuz
Helikopter angkatan laut AS terbang rendah di atas kapal perusak, Sterett, saat melintasi Selat Hormuz

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN -- Iran akan menutup Selat Hormuz jika pendapatan minyak mentahnya terancam. Pernyataan  ini dilontarkan komandan penting militer negara itu dalam pernyataan yang disiarkan Sabtu (7/7).
"Kami memiliki rencana untuk menutup Selat Hormuz karena para komandan militer memiliki rencana untuk menghadapi setiap kemungkinan situasi," kata panglima angkatan bersenjata Jenderal Hassan Firouzabadi Jumat malam, yang dikutip kantor berita ISNA.

Beberapa komandan dan pejabat berikrar akan menutup selat itu jika fasilitas-fasilitas nuklirnya jadi target serangan-serangan militer.

Ia menjelaskan,''Perintah untuk melaksanakan misi itu hanya akan dilakukan melalui satu keputusan Dewan Keamanan Nasional Agung dan disetujui Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei, yang merupakan keputusan akhir bagi semua masalah negara itu.''

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : antara
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Kenapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...