Selasa, 25 Ramadhan 1435 / 22 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mesir Luncurkan Televisi Muslimah Pertama

Jumat, 06 Juli 2012, 09:42 WIB
Komentar : 1
Reuters/Chris Helgren
Muslimah mengenakan niqab (ilustrasi)
Muslimah mengenakan niqab (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO -- Mesir akan meluncurkan sebuah stasiun televisi pertama yang sepenuhnya dikelola oleh muslimah. Uniknya semua pekerja maupun pengunjung harus mengenakan niqab (penutup wajah). Rencananya saluran ini akan mulai tayang awal Ramadhan, 20 juli esok.

Menurut penanggung jawab saluran Safaa al Refaie, saluran yang bernama Maria ini sebagian besar programnya akan fokus pada agama dan kehidupan pernikahan.

"Pesan kami akan diarahkan pada perempuan Muslim, untuk mengajarkan mereka Sunnah (warisan) Nabi Muhammad," kata Refaie.

Refaie menambahkan, saluran ini dibuka juga dengan maksud untuk mendapatkan kembali martabat perempuan dalam niqab. Selama beberapa dekade terakhir perempuan dengan niqab kerap dianiaya dan dikenakan pemutusan hubungan kerja.

Terlebih pada era mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, pengenaan jilbab dilarang di saluran TV Mesir. Presenter perempuan tidak diperbolehkan untuk muncul di layar dengan mengenakan jilbab.

Saluran ini seakan ingin membalas apa yang terjadi saat era Mubarak. Seluruh narasumber dalam program-program di Maria harus mengenakan niqab. Jika tidak dapat menemukan seorang ahli memakai niqab, maka, menurut Refaie, saluran akan memberi dua pilihan. Pertama narasumber dapat memakai niqab selama program, atau wajah mereka akan dikaburkan saat program ditayangkan.

Yasser Abdul Aziz, seorang Ahli Media Mesir mengatakan bahwa ia memperkirakan saluran tersebut tidak akan mampu bertahan lama, meskipun mungkin menarik sejumlah besar pemirsa. Menurutnya, selama lima dekade terakhir, saluran yang mencapai puncak populer adalah mereka yang bergantung pada nilai-nilai moderat.

Sementara itu, aktivis HAM Mesir Negad al-Boraire menggambarkan Maria sebagai 'latihan' dari kebebasan berpendapat dan berekspresi. Ia mengatakan bahwa pembatasan wanita tanpa jilbab pada program-program di Maria, bukanlah bentuk diskriminasi.

Masyarakat Mesir harus terbuka untuk semua ide dan tidak boleh menghakimi warga dengan apa yang mereka kenakan. Tapi hendaknya mereka lebih melihat pada apa yang disampaikan

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : alarabiya
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mediasi Gencatan Senjata di Gaza, Tapi AS Tetap Bantu Israel
GAZA -- Dunia internasional mendesak Israel dan Hamas segera menghentikan perang yang telah mengakibatkan ratusan korban sipil, khususnya di Gaza. Amerika...