Senin, 20 Zulqaidah 1435 / 15 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mursi: Saya Hanya Takut pada Allah

Selasa, 03 Juli 2012, 10:46 WIB
Komentar : 12
 Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo.   (Reuters)
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo. (Reuters)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Berdiri dihadapan puluhan ribu pendukungnya di Lapangan Tahrir, Presiden terpilih Mesir Mohammed Mursi melepas jas anti pelurunya. Melalui tindakannya tersebut ia berpesan, ia tak takut pada apa pun kecuali Allah dan ia melihat dirinya sebagai wakil sah pemberontakan di Mesir.

Sejak awal diangkat sebagai presiden, Mursi terus menunjukan dirinya sebagai sosok sederhana. Ia tak tertarik dalam perangkap kekuasaan dan bahkan menolak tinggal di istana presiden.

Pidato-pidatonya selalu mengungkapkan sosoknya yang rendah hati. Ia juga penuh dengan janji-janji yang murah hati. Meski awalnya ia tampil sebagai pembicara yang canggung dan membosankan, namun Mursi terus berusaha menemukan kharismanya di mata publik. Sebuah kemenangan tipis atas lawannya membawa Mursi merenggut jubah revolusi Mesir.

Ia tahu bahwa dia tak berkuasa karena pemilih menyukainya. Tapi kesan umum di masyarakat saat ini, ia adalah orang sederhana dari sebuah keluarga sederhana. "Hal ini yang meyakinkan banyak orang," ujarnya.

Kolumnis Salama Ahmed Salama mengatakan, Mursi telah membuat banyak kemajuan dalam waktu singkat. Ia telah menjadi pusat perhatian saat ini.

"Apa yang kita lihat saat ini adalah pribadi yang jauh lebih terbuka dan banyak bicara. Sangat berbeda dengan Mursi kami yang konservatif dan tertutup sebelum ini," ujar Salama.

Pada hari pertamanya sebagai presiden, Mursi menetapkan bonus 15 persen gaji pada para pegawai negeri. Ia juga secara substansial meningkatkan gaji negara untuk pegawai termiskin.

Istri Mursi, Najla Ali juga merupakan bukti era baru di Mesir. Ia mengenakan kerudung panjang dan enggan disebut sebagai 'first lady' atau ibu negara. Ia lebih memilih disebut sebagai istri presiden.

Iring-irngan mobil Mursi juga jauh lebih sedikit dibandingkan pada era Mubarak. Ini membuat lalu lintas hanya dihentikan sementara saat ia lewat.

Ia berusaha meniru gaya pemerintahan para penerus Nabi Muhammad di abad ketujuh. Di bawah bimbingan mereka, dimana iman menjadi pembimbing rohani serta cara hidup, menurut para ulama Islam akan menyaksikan zaman keemasaannya.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : AP
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar