Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Astaghfirullah Ada Juga Kampanye Antijilbab di Maroko

Monday, 02 July 2012, 09:19 WIB
Komentar : 4
Rahat, muslimah Kirgistan yang memilih mempertahankan jilbab
Rahat, muslimah Kirgistan yang memilih mempertahankan jilbab

REPUBLIKA.CO.ID,RABAT-- Organisasi pembela hak perempuan Maroko, Pusat Kesetaraan Perempuan (CWE) meluncurkan kampanye kesadaran untuk tidak memaksakan anak-anak perempuan mengenakan jilbab. Tindakan itu, menurut organisasi itu merupakan bentuk lain dari penyiksaan terhadap anak.

Dengan slogan "Jadi, Anak Tidak Akan Hidup Dalam Kegelapan Abadi", organisasi itu menyatakan anak-anak usia 3-10 tahun belum memahami agama sehingga belum tahu apa yang dilarang atau tidak. Sebabnya, organisasi Islam perlu mengeluarkan sikap tegas kepada para orang tua agar tidak memaksa anak-anak perempuan mengenakan jilbab.

Mariam, 10 tahun mengaku ayahnya yang seorang imam di Masjid memaksanya untuk mengenakan jilbab. "Ayahku mengatakan jilbab yang aku kenankan akan melindungi dari pelecehan," paparnya seperti dikutip alarabiya.net, Ahad (1/7).

Serupa dengan Mariam, Asmaa, 10 tahun, mengaku dipaksa mengenakan jilbab oleh ibunya yang seorang guru sekolah Islam . Alasannya, menggunakan jilbab merupakan kewajiban dari agama.
"Ibuku bilang, dengan mengenakan jilbab menghindariku masuk neraka," paparnya.

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...