Ahad , 01 July 2012, 20:08 WIB

Israel Minta Mursi Hormati Perjanjian

Rep: Devi Anggraini Oktavika/ Red: Hafidz Muftisany
Reuters
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO-- Perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu telah mengirimkan sebuah surat untuk Mursi. Selain berisi ucapan selamat, Netanyahu juga meminta Morsi menjunjung tinggi perjanjian antar kedua negara.

Surat tersebut, seperti dilansir pertama kali oleh harian Israel Haaretz, Minggu (1/7), menekankan keinginan Israel untuk melanjutkan kerja sama dan menguatkan perdamaian antar kedua negara. Surat tersebut, menurut sumber Israel, dikirimkan beberapa hari yang lalu melalui kedutaan besar Israel di Kairo.

Surat Netanyahu itu mengulang-ulang pernyataan publiknya. “Israel menghargai proses demokrasi di Mesir dan menghormati hasil pemilihan presiden,” ujarnya dalam salah satu pernyataannya. Israel berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Mesir atas dasar perjanjian damai kedua negara yang ditandatangani pada 1979.

Pernyataan Netanyahu tersebut mewakili kewaspadaan Israel setelah Ikhwanul Muslimin memperoleh peningkatan kekuatan pasca pemberontakan Mesir. Revolusi Mesir 2011 memunculkan kekhawatiran pada Israel mengenai masa depan perjanjian tersebut.

Terlebih, tahun lalu, muncul pernyataan dari Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf September lalu bahwa perjanjian damai dengan Israel adalah kesepakatan yang ‘tidak sakral’ dan bisa diubah demi perdamaian di wilayah mereka.

Sebelumnya, para kelompok skeptis Mesir meragukan efektivitas perjanjian tersebut memandang perdamaian antara Mesir dan Israel sebagai "perdamaian dingin.” Tahun 2008, tentara Mesir melakukan sejumlah latihan militer melawan Israel. Dan meski Militer Mesir mengatakan akan terus mematuhi semua perjanjian internasional dan regional, tokoh oposisi Mesir Ayman Nour pada awal 2011 mengatakan perjanjian damai tersebut akan dinilai ulang.