Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mursi: Saya Mencintai Tentara

Saturday, 30 June 2012, 22:02 WIB
Komentar : 1
AP/Ahmed Abdel Fattah
Presiden Mesir terpilih, Mohammed Mursi, melambaikan tangan di Cairo University dalam inagurasi usai pelantikannya sebagai presiden.
Presiden Mesir terpilih, Mohammed Mursi, melambaikan tangan di Cairo University dalam inagurasi usai pelantikannya sebagai presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Hari ini, Sabtu (30/6), Mohammed Mursi resmi dilantik sebagai Presiden Mesir. Pasca turunnya Hosni Mubarak pada 2011 silam, Mesir belum memiliki seorang pemimpin.

Dalam masa kekosongan pemimpin tersebut, Dewan Militer yang yang diketuai oleh Hussein Tantawi memegang alih pengelolaan negara.

Tapi mulai kini, Mursi yang merupakan tokoh Ikhwanul Muslimin secara sah mengambil alih pimpinan melalui pemilu yang dimenangkannya pekan lalu.

Prosesi pelantikan yang dilakukan di Tahrir Square, Kairo ini disaksikan oleh puluhan ribu warga mesir. Alun-alun yang merupakan pusat pergerakan revolusi rakyat Mesir ini menjadi tempat pertama diangkatnya seorang pemimpin lewat jalur demokratis.

Setelah diambil sumpahnya sebagai presiden, Mohammed Mursi melanjutkan prosesi setelah pelantikannya di Cairo University. Di perguruan tinggi yang berada di pusat ibukota ini, Mursi memberikan pidato formal pertamanya sebagai seorang presiden Mesir yang sah.

Dalam pidato tersebut, Mursi memaparkan beberapa hal yang menjadi tujuan utamanya bagi rakyat Mesir. Ia menegaskan akan melakukan semua yang ia bisa untuk menjaga dan memelihara keamanan Mesir.

“Di hadapan Allah SWT, saya berjanji akan mempertahankan hubungan baik antara rakyat dan tentara,” kata Mursi berusaha meyakinkan rakyatnya. "Dan saya mencintai mereka (tentara)."

Ia pun mengajak rakyatnya untuk bersatu demi Mesir yang baru. Tak memandang warga biasa, pejabat, maupun militer. “Bersama mari kita buka lembaran baru dalam sejarah negara ini,” ujarnya.





Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Chairul Akhmad
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...