Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mursi: Saya Mencintai Tentara

Sabtu, 30 Juni 2012, 22:02 WIB
Komentar : 0
AP/Ahmed Abdel Fattah
Presiden Mesir terpilih, Mohammed Mursi, melambaikan tangan di Cairo University dalam inagurasi usai pelantikannya sebagai presiden.
Presiden Mesir terpilih, Mohammed Mursi, melambaikan tangan di Cairo University dalam inagurasi usai pelantikannya sebagai presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Hari ini, Sabtu (30/6), Mohammed Mursi resmi dilantik sebagai Presiden Mesir. Pasca turunnya Hosni Mubarak pada 2011 silam, Mesir belum memiliki seorang pemimpin.

Dalam masa kekosongan pemimpin tersebut, Dewan Militer yang yang diketuai oleh Hussein Tantawi memegang alih pengelolaan negara.

Tapi mulai kini, Mursi yang merupakan tokoh Ikhwanul Muslimin secara sah mengambil alih pimpinan melalui pemilu yang dimenangkannya pekan lalu.

Prosesi pelantikan yang dilakukan di Tahrir Square, Kairo ini disaksikan oleh puluhan ribu warga mesir. Alun-alun yang merupakan pusat pergerakan revolusi rakyat Mesir ini menjadi tempat pertama diangkatnya seorang pemimpin lewat jalur demokratis.

Setelah diambil sumpahnya sebagai presiden, Mohammed Mursi melanjutkan prosesi setelah pelantikannya di Cairo University. Di perguruan tinggi yang berada di pusat ibukota ini, Mursi memberikan pidato formal pertamanya sebagai seorang presiden Mesir yang sah.

Dalam pidato tersebut, Mursi memaparkan beberapa hal yang menjadi tujuan utamanya bagi rakyat Mesir. Ia menegaskan akan melakukan semua yang ia bisa untuk menjaga dan memelihara keamanan Mesir.

“Di hadapan Allah SWT, saya berjanji akan mempertahankan hubungan baik antara rakyat dan tentara,” kata Mursi berusaha meyakinkan rakyatnya. "Dan saya mencintai mereka (tentara)."

Ia pun mengajak rakyatnya untuk bersatu demi Mesir yang baru. Tak memandang warga biasa, pejabat, maupun militer. “Bersama mari kita buka lembaran baru dalam sejarah negara ini,” ujarnya.





Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Chairul Akhmad
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengurangan Subsidi BBM Pemerintahan Baru RI
WASHINGTON -- Larinya modal akibat normalisasi kebijakan fiskal Amerika membuat investor berpikir dua kali sebelum menanam modal di negara emerging market termasuk Indonesia. Untuk...