Monday, 26 Zulhijjah 1435 / 20 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muak Dengan Aksi Protes, Warga Lebanon Lancarkan Protes

Saturday, 30 June 2012, 12:38 WIB
Komentar : 0
AP/Mohamed Zaatari
Aksi demonstrasi di Lebanon.
Aksi demonstrasi di Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Ada anggapan yang mengatakan jika kita tak bisa mengalahkan mereka dari luar, maka bergabunglah dengan mereka untuk mengalahkan mereka dari dalam. Hal inilah yang kemudian dilakukan oleh puluhan orang Lebanon.

Kesal menghadapi aksi protes yang melibatkan pembakaran ban dan amuk massa yang terjadi hampir setiap hari di seluruh negeri tersebut, puluhan warga Lebanon melakukan protes dengan menggelindingkan ban ke jalan dan menghentikan kendaraan di Ibu Kota Lebanon, Beirut, pada Kamis (29/6).

Mereka berorasi di tengah jalan sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Kami Sudah Jemu" dan menghalangi laju kendaraan dengan memasang ban yang dicat warna-warni.

Polisi bersenjatakan senapan otomatis kemudian dikerahkan untuk mengamankan aksi.

Melihat satuan kepolisian tiba, puluhan pemrotes itu langsung membubarkan diri. Sambil tertawa, salah satu perwira polisi di tempat kejadian mengatakan.

"Saya tidak akan menangkap mereka, karena kami semua juga sudah muak dengan masalah ini (banyaknya protes). Lagipula ban yang mereka gunakan juga cantik, kok," tuturnya.

Lebanon, yang secara politis rentan setelah perang saudara 1975-1990, selama berpekan-pekan telah dirongrong demonstrasi hampir setiap hari. Pemrotes membakar ban untuk memotong jalan raya utama guna memprotes semuanya mulai dari sengketa politik sampai pemutusan listrik.



Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/Reuters
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar