Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Alhamdulillah, Mesir Perlonggar Perbatasan Rafah

Jumat, 29 Juni 2012, 16:30 WIB
Komentar : 0
ipsnews.net
Pintu gerbang perbatasan Rafah yang memisahkan wilayah Mesir dan Palestina.
Pintu gerbang perbatasan Rafah yang memisahkan wilayah Mesir dan Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA-- Mesir memperlonggar perbatasan Rafah, Rabu (27/6). Perbatasan Rafah adalah titik kunci persimpangan antara Gaza dan Mesir. Diperlonggarnya perbatasan ini karena kandidat presiden dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi, terpilih menjadi presiden Mesir selanjutnya.

Para pejabat mengatakan, lebih dari 1.000 penumpang menyeberang dari wilayah kantung Palestina ke Mesir setiap harinya setelah Mursi diumumkan jadi presiden. Sebagian besar warga Gaza yang ke Mesir adalah mahasiswa, pasien, pengusaha, dan kunjungan keluarga. Para pejabat mengatakan, kebijakan tersebut membawa dampak luar biasa.

Direktur Otoritas Penyebrangan Hamas, Mahmed Abu Sabha, mengatakan, selama dua hari terakhir sejumlah besar warga Gaza diizinkan untuk masuk melalui Rafah. Sabha menyatakan, telah membuat perjanjian pelonggaran perjalanan warga Gaza.

Sebelumnya, perbatasan Rafah ditutup selama enam hari karena untuk keamanan jelang pemilu presiden Mesir. Banyak warga yang ingin ke Meir terdampat, bahkan, jumlah orang yang ingin menyeberang mencapai puncaknya untuk berlibur di musim panas tahun ini.

"Atas permintaan pihak Palestina, Mesir memperlonggar perbatasan sejak Senin lalu. Lebih dari 1.000 orang diizinkan untuk melakukan perjalanan melalui Rafah setiap harinya," kata Abu Sabha.

Juru bicara kementerian dalam negeri Hamas, Ihab al-Ghussein mengatakan kepada Xinhua bahwa setelah pelonggaran perbatasan, pihaknya telah membuka kembali pendaftaran bagi siapa saja yang ingin melakukan perjalanan ke Mesir pada musim panas.

Sebelumnya, kementerian menangguhkan pendaftaran sebelum pelonggaran karena orang yang ingin melakukan perjalanan ke Mesir melebihi kuota harian sebanyak 500 orang.

Reporter : Lingga Permesti
Redaktur : Hafidz Muftisany
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar