Sabtu, 9 Jumadil Awwal 1436 / 28 Februari 2015
find us on : 
  Login |  Register

Istri Mursi: Saya Pelayan Mesir Bukan Ibu Negara

Selasa, 26 Juni 2012, 10:35 WIB
Komentar : 20
Istri Muhammed Mursi, Najla Mahmud
Istri Muhammed Mursi, Najla Mahmud

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Istri Presiden Mesir Mohamed Mursi, Najla Mahmud, menolak disebut sebagai Ibu Negara. Julukan itu menurutnya hanya berlaku untuk Jihan Sadat dan Suzan Mubarak.

Keduanya ikut campur dalam segala urusan; politik, ekonomi. Islam mengajarkan bahwa presiden Mesir berikutnya adalah pelayan Mesir nomor satu, maka itu artinya bahwa isterinya adalah merupakan pelayan wanita Mesir nomor satu.

Oleh sebab itu, Najla dengan tegas menyatakan, tidak ada istilah Ibu Negara dalam kamusnya.

Yang ada sekarang justru ia akan berperan sebagai Pelayan Terdepan Mesir. "Karena kita semua adalah warga negara yang sama," kata dia. "Kita mempunyai hak-hak sebagaimana juga kita memiliki kewajiban-kewajiban."

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (25/6) waktu setempat, Najla ingin dijuluki sebagai Ummu Ahmad atau Al-Ukh Najla atau Hajjah. Ia mengingatkan,dalam Islam tidak membedakan antara satu orang dengan lainnya. "Kita semua adalah satu, untuk kemajuan negeri tercinta."

Setelah suaminya resmi terpilih, Najla melakukan lawatan perdana ke kediaman bunda Mahmud Sulaiman, seorang yang gugur sebagai syahid dalam peristiwa revolusi 25 Januari lalu.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Hafidz Muftisany
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mahkamah Agung AS Pertimbangkan Gugatan Diskriminasi Hijab
WASHINGTON DC -- Seorang perempuan Muslimah AS asal Oklahoma kini menunggu putusan Mahkamah Agung terkait gugatan diskriminasi oleh jaringan toko pakaian Abercrombie and...