Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Harapan Gereja Mesir kepada Mursi

Senin, 25 Juni 2012, 16:25 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Fredrik Persson
Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi
Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Pemimpin Tertinggi Gereja Koptik Mesir, Baba Pachomios, menyampaikan selamat kepada presiden terpilih Mohammed Mursi dan mengharapkan pemimpin baru itu dapat mempererat persaudaraan antara Muslim dengan Kristiani.

"Terpilihnya Dr Mursi sebagai Presiden Mesir merupakan kehendak reformasi dan diharapkan dapat lebih memperkuat persaudaraan Muslim-Kristiani," demikian harapan Baba Pachomios seperti dikutip kantor berita Mesir, MENA, Senin (25/6).

Sebelumnya, beberapa laporan menyebutkan bahwa Gereja Koptik khwatir bila Ikhwanul Muslimin berkuasa di Mesir.

Gereja Koptik juga dilaporkan menganjurkan umatnya untuk memilih Ahmed Shafiq, calon presiden loyalis mantan presiden Husni Mubarak, namun dibantah pihak gereja atas laporan tersebut.

Di sisi lain, Shafiq dalam pengaduannya kepada Komisi Tinggi Pilpres menyebutkan bahwa pendukung Mursi menghambat pemilih dari kalangan penganut Gereja Koptik di selatan Mesir yang hendak ke tempat pemungutan suara saat pemilu karena dianggap sebagai pendukung capres Shafiq.

Namun, Ketua Komisi Tinggi Pilpres, Faruk Soltan, dalam pengumuman hasil Pilpres pada Ahad (24/6) menyatakan bahwa pengaduan Shafiq mengenai penghambatan pemilih Koptik itu tidak terbukti.

Sementara itu, Mursi dalam jumpa pers segera setelah pengumuman hasil Pilpres tersebut berjanji akan mempererat persaudaraan Muslim-Kristiani.

"Muslim dan Kristiani memiliki hak dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, mari kita bergandengan tangan bersama sama membangun Mesir yang lebih aman dan sejahtera," kata Mursi.

Jumlah penganut Gereja Koptik di negeri Seribu Menara itu tidak tercatat dalam statistik resmi Mesir untuk menghindari stigma masyarakat mayoritas-minoritas, namun diperkirakan berkisar 12 persen dari 80 juta penduduk.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...