Monday, 13 Ramadhan 1439 / 28 May 2018

Monday, 13 Ramadhan 1439 / 28 May 2018

Ini Harapan Gereja Mesir kepada Mursi

Senin 25 June 2012 16:25 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi

Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi

Foto: AP Photo/Fredrik Persson

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Pemimpin Tertinggi Gereja Koptik Mesir, Baba Pachomios, menyampaikan selamat kepada presiden terpilih Mohammed Mursi dan mengharapkan pemimpin baru itu dapat mempererat persaudaraan antara Muslim dengan Kristiani.

"Terpilihnya Dr Mursi sebagai Presiden Mesir merupakan kehendak reformasi dan diharapkan dapat lebih memperkuat persaudaraan Muslim-Kristiani," demikian harapan Baba Pachomios seperti dikutip kantor berita Mesir, MENA, Senin (25/6).

Sebelumnya, beberapa laporan menyebutkan bahwa Gereja Koptik khwatir bila Ikhwanul Muslimin berkuasa di Mesir.

Gereja Koptik juga dilaporkan menganjurkan umatnya untuk memilih Ahmed Shafiq, calon presiden loyalis mantan presiden Husni Mubarak, namun dibantah pihak gereja atas laporan tersebut.

Di sisi lain, Shafiq dalam pengaduannya kepada Komisi Tinggi Pilpres menyebutkan bahwa pendukung Mursi menghambat pemilih dari kalangan penganut Gereja Koptik di selatan Mesir yang hendak ke tempat pemungutan suara saat pemilu karena dianggap sebagai pendukung capres Shafiq.

Namun, Ketua Komisi Tinggi Pilpres, Faruk Soltan, dalam pengumuman hasil Pilpres pada Ahad (24/6) menyatakan bahwa pengaduan Shafiq mengenai penghambatan pemilih Koptik itu tidak terbukti.

Sementara itu, Mursi dalam jumpa pers segera setelah pengumuman hasil Pilpres tersebut berjanji akan mempererat persaudaraan Muslim-Kristiani.

"Muslim dan Kristiani memiliki hak dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, mari kita bergandengan tangan bersama sama membangun Mesir yang lebih aman dan sejahtera," kata Mursi.

Jumlah penganut Gereja Koptik di negeri Seribu Menara itu tidak tercatat dalam statistik resmi Mesir untuk menghindari stigma masyarakat mayoritas-minoritas, namun diperkirakan berkisar 12 persen dari 80 juta penduduk.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA