Wednesday, 12 Rajab 1434 / 22 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

AS Desak Mursi Lanjutkan Kebijakan Pro AS-Israel

Monday, 25 June 2012, 09:48 WIB
Komentar : 2
TEG
Mohamed Morsi, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwanul Muslimin.
Mohamed Morsi, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwanul Muslimin.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden terpilih Mesir, Muhammad Mursi didesak Amerika Serikat untuk melanjutkan dan mendukung kebijakan yang diambil rezim Husni Mubarak. Kebijakan yang dimaksud adalah pro AS-Israel yang selama ini dilakukan Mesir saat Mubarak berkuasa.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney, mengucapkan selamat atas kemenangan Mursi sebagai presiden terpilih Mesir yang baru. Sebagai juru bicara AS, Carney meminta Morsi mempertahankan peran lama Mesir sebagai pendamai, penengah regional.

"Kami percaya Pemerintah Mesir saat ini akan terus memenuhi peran Mesir sebagai pilar keamanan, perdamaian dan stabilitas regional," kata Carney seperti dilansir Press Tv.

Penengah perdamaian regional yang dimaksud Carney merujuk pada harapan untuk kerjasama lanjutan antara AS, Mesir dan Israel. Pemerintahan Mesir era Mubarak memiliki kebijakan pro AS-Israel. Sementara dalam kampanye pemilihan presiden beberapa waktu lalu, Mursi berjanji jika menang Mesir tak akan tunduk lagi pada negara-negara Barat.

Komisi Pemilihan Umum Mesir, Supreme Presidential Electoral Commission (SPEC), Ahad (24/6) lalu mengumumkan, Muhammad Mursi meraih 52 persen suara atau sekitar 13 juta orang memilihnya. Mursi unggul atas rivalnya, Ahmad Shafiq yang meraih suara 12 juta atau sekitar 48 persen.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Karta Raharja Ucu
2.958 reads
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  karimun Monday, 25 June 2012, 16:07
Ditunggu,apakah menjadi pelopor ataukah malah menjadi komprador
  nofrudi Monday, 25 June 2012, 10:23
selamat buat M . Mursi
mudah2 an di memutuskan hubungan kerja sama nya dengan isral..amin
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Malawi Bangun Universitas Islam Pertama
LILONGWE---Muslim Malawi tak lama lagi akan membuka Universitas Islam pertama di negara itu. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat mempromosikan pendidikan modern dikalangan Muslim. Pembangunan...