Sabtu, 14 Zulqaidah 1436 / 29 Agustus 2015
find us on : 
  Login |  Register

Mursi, Presiden Sipil Pertama Setelah 60 Tahun

Minggu, 24 Juni 2012, 22:03 WIB
Komentar : 1
Ahmed Jadallah/Reuters
Muhammad Mursi terpilih sebagai presiden Mesir yang baru.
Muhammad Mursi terpilih sebagai presiden Mesir yang baru.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO-- Presiden Mesir terpilih, Mohammed Mursi merupakan calon dari non militer yang mengakhiri monopoli militer selama 60 tahun. Presiden pendahulunya seperti Mohamed Naguib, Gamal Abdel-Nasser, Anwar El-Sadat dan Hosni Mubarak, semua berasal dari jajaran militer.

Saingan Mursi di putaran ketua Ahmad Shafiq yang merupakan mantan Perdana Menteri di era Hosni Mubarak juga berasal dari militer.

Namun demikian, kemenangan Mursi ini bukan berarti bahwa militer akan mengurangi cengkeraman kekuasaan mereka. Perkembangan terakhir, militer Mesir membubarkan parlemen dan dapat menangkap siapapun yang dianggap merugikan negara.

Mursi memeroleh 51,7 persen suara (13,2 juta suara), sementara Shafiq mengantongi 48,3 persen (12,3) suara rakyat Mesir. Hasil pemilu diumumkan sekitar pukul empat sore dikantor pusat Kairo di Komisi Pemilihan Tinggi Presiden Mesir. 

Pemilihan presiden di tahun 2012 ini adalah pemilihan yang kedua dalam sejarah negara itu. Jajak pendapat pertama presiden Mesir terjadi pada tahun 2005 yang memenangkan Mubarak.  Mubarak tetap berkuasa selama 30 tahun sampai militer dipaksa mengundurkan diri setelah 18 hari protes di seluruh negeri.

Reporter : Lingga Permesti
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Penting Menjaga Rasa Nasionalisme'
JAKARTA  -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI terus melanjutkan sosialisasi empat pilar MPR RI. Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin menjelaskan kegiatan tersebut sebagai...