Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran: UE akan Menanggung Dampak Embargo Minyak Iran

Jumat, 15 Juni 2012, 11:15 WIB
Komentar : 3
uskowioniran.com
Minyak Iran/ilustrasi
Minyak Iran/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-- Menteri Perminyakan Iran, Rostam Qasemi, memperingatkan Uni Eropa (UE) akan menanggung beban atas sanksi yang mereka berikan pada Iran. Juli mendatang Uni Eropa dan Amerika Serikat sepakat mengembargo minyak mentah dari Iran.

Qasemi mengatakan, sejak awal sebelum sanksi diberikan pada Iran, negaranya telah memperingatkan Uni Eropa. "Mereka sendiri yang akan dirugikan oleh embargo, dan saat ini orang-orang Eropa hidup di bawah tekanan," kata Qasemi disela-sela konferensi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Wina, Jumat (15/6).

Mulai 23 Januari lalu Uni Eropa telah menyetujui sanksi baru terhadap minyak Iran dan sektor keuangan. Sanksi akan mulai diberlakukan 1 Juli. Sanksi tersebut bermaksud mencegah negara anggota Uni Eropa membeli minyak mentah dari Iran, dan melakukan bisnis dengan Bank Sentral Iran. "Kami berulang kali menyatakan, berkurangnya minyak Iran di pasar Internasional akan berdampak negatif, " kata Qasemi, seperti dilansir Press TV.

Qasemi juga memperingatkan, Iran merupakan negara penghasil minyak terbesar kedua di OPEC. Sanksi tersebut akan membawa fluktuasi di pasar minyak dan merusak ekonomi global. Sanksi keuangan dan embargo minyak yang diberlakukan oleh AS dan Uni Eropa, terkait dengan program nuklir Iran. Mereka menuding program nuklir Iran bertujuan militer, sehingga patut untuk segera dihentikan.

Teheren berulang kali membantah tuduhan tersebut. Mereka bersikeras mengatakan, telah menandatangani Perjanjian Non-proliferasi nuklir. Sehingga pengembangan nuklir yang dilakukan bertujuan damai.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Dewi Mardiani
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...