Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sekali Lagi, Cina Tentang Sanksi untuk Suriah

Kamis, 14 Juni 2012, 22:48 WIB
Komentar : 1
Reuters
Bangunan rusak dan hancur akibat diserang militer Suriah
Bangunan rusak dan hancur akibat diserang militer Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Cina menentang pemberlakuan sanksi terhadap Suriah. Meski begitu, Cina mendukung Kofi Annan, utusan khusus PBB untuk Suriah, dalam penyelesaian konflik dengan mediasi. Hal tersebut dikemukakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Kamis (14/6).

Prancis ingin mengusulkan agar PBB memberikan kekuasaan yang lebih besar. Dengan begitu, rencana perdamaian yang dicanangkan Annan untuk Suriah dapat ditegakkan. Pada Rabu (13/6), Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengungkapkan masalah perang saudara dan menyarankan diberlakukannya no-flyzone.

Menurut Laurent Fabius, kesepakatan yang telah tercapai wajib ditegakkan sesuai dengan rencana 6 pasal PBB. Apabila Dewan Keamanan mengeluarkan resolusi sesuai Bab Tujuh maka kekerasan boleh digunakan untuk menerapkan rencana Kofi Annan itu. Akan tetapi, tipis kemungkinan Cina dan Rusia akan mendukung langkah seperti itu.

Menlu Prancis itu mengatakan akan menghubungi para menlu Eropa dan Amerika guna memberikan tekanan lebih besar terhadap pimpinan Suriah.

Sementara Kementerian Luar Negeri Suriah menolak ucapan Kepala Staf Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB bahwa di negara itu bahwa telah berkobar perang saudara. Menurut pemerintah Suriah dirinya sedang memerangi teroris. Ia juga menyebutkan bentrokan itu sebagai perang saudara tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Kepala Staf PBB itu mengemukakan pandangannya tadi ketika mancanegara kian cemas bahwa telah terjadi eskalasi kekerasan di Suriah. Kemarin dilaporkan lagi berkobarnya pertempuran baru di berbagai tempat di negara itu, termasuk serangan dengan peluru kendali terhadap kota yang sudah porak poranda, Homs.

Di sebelah barat, laskar pemberontak dikatakan telah mengungsi dari kota Haffar, yang dikepung oleh pasukan pemerintah. Negara tetangga Suriah, Turki mengatakan, sekitar 2-ribu pengungsi Suriah telah melintasi perbatasan dalam jangka waktu 48 jam, di antaranya ada yang terluka.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : ANP/AFP/radioaustalia.net.au
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...